Penekanan GNB atas Pemusnahan Senjata Nuklir
-
ledakan bom atom
Menurut perspektif Gerakan Non-Blok (GNB), komitmen terhadap perlucutan senjata nuklir merupakan prioritas absolut dan penting sekali yang harus dibarengi dengan pelaksanaan berbagai traktat non-proliferasi dan perlucutan senjata nuklir.
Poin ini ditekankan oleh Gholam Khosrou, wakil tetap dan Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang sesuai dengan perspektif GNB, pada sidang terbuka Dewan Keamanan PBB membahas perlucuan senjata nuklir.
Khosrou menyinggung kekhawatiran GNB soal keberadaan senjata pemusnah massal dan khususnya senjata nuklir seraya mengatakan, GNB sangat khawatir dengan fakta bahwa penggunaan atau ancaman penggunaan senjata nuklir masih menjadi doktrin dalam pakta militer seperti NATO. Oleh karena itu, GNB mendesak penghapusan doktrin tersebut dari pakta militer internasional.
Pemusnahan total seluruh senjata nuklir adalah cara paling logis untuk menjamin terhindarinya ancaman senjata mengerikan ini. Namun pada kenyataanya prosesnya tidak mudah. Tantangan utamanya adalah doktrin militer yang ada masih terfokus pada upaya mempertahankan senjata nuklir. Politik para pemilik senjata nuklir termasuk Amerika Serikat, Inggris dan Perancis juga berdasarkan atas doktrin ini. Bahkan negara-negara tersebut melakukan pengembangan sistematis persenjataan nuklirnya.
GNB dalam berbagai pernyataannya, mendukung perwujudan Timur Tengah yang terbebas dari bom atom dan senjata pemusnah massal lainnya. Tetapi karena dukungan Amerika Serikat dan politik standar gandanya, kesepakatan perlucutan senjata pemusnah massal pun gagal terlaksana.
Doktor Hassan Rouhani tiga tahun lalu pada konferensi perlucutan senjata di PBB, menjelaskan prioritas negara-negara anggota GNB dan peta jalan dunia yang terbebas dari senjata nuklir, seraya mengusulkan penetapan tanggal 26 September sebagai Hari Pemusnahan Senjata Nuklir. Usulan tersebut telah diterima oleh Majelis Umum PBB.
Rouhani menegaskan bahwa perlucutan senjata nuklir merupakan prioritas utama negara-negara anggota GNB. Adapun ketika menjelaskan peta jalan perwujudannya dunia yang terbebas dari senjata nuklir, Rouhani mengharapkan segera dilakukannya perundingan untuk mempersiapkan pemusnahan jenis senjata ini secepatnya.
Menurut Presiden Iran, tidak ada negara mana pun yang berhak memiliki senjata nuklir. Alih-alih mengeluarkan dana untuk mengembangkan senjata nuklir, hendaknya negara-negara dunia menggunakan dana yang dimiliki untuk memberantas kemiskinan, penyakit, dan keterbekakangan pendidikan.
Ketika Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, melenggang ke Gedung PUtih, dia telah berkomitmen untuk melaksanakan konvensi larangan uji coba nuklir, demi perwujudan perdamaian dunia. Akan tetapi, hingga sekarang ketika dia sudah harus meninggalkan Gedung Putih, konvensi tersebut tidak terlaksana. (MZ)