AS Menuduh Tiongkok Lakukan Uji Coba Nuklir Rahasia
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i185116-as_menuduh_tiongkok_lakukan_uji_coba_nuklir_rahasia
Pars Today - AS menuduh Beijing melakukan uji coba nuklir rahasia pada tahun 2020 dan menyerukan perjanjian pengendalian senjata baru yang lebih luas yang akan mencakup Tiongkok selain Rusia.
(last modified 2026-02-07T04:43:10+00:00 )
Feb 07, 2026 11:34 Asia/Jakarta
  • Bendera Tiongkok dan AS
    Bendera Tiongkok dan AS

Pars Today - AS menuduh Beijing melakukan uji coba nuklir rahasia pada tahun 2020 dan menyerukan perjanjian pengendalian senjata baru yang lebih luas yang akan mencakup Tiongkok selain Rusia.

Menurut laporan IRNA mengutip Reuters, tuduhan yang disampaikan pada konferensi perlucutan senjata global pada hari Jumat (06/02/2026), menyoroti ketegangan serius antara Washington dan Beijing pada saat kritis dalam pengendalian senjata nuklir.

Hal ini terjadi setelah Perjanjian Pasukan Nuklir Jarak Menengah AS-Rusia berakhir hari Kamis (05/02).

Thomas DiNanno, Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Pengendalian Senjata dan Keamanan Internasional mengatakan pada Konferensi Perlucutan Senjata Jenewa, "Saya harus mengatakan bahwa pemerintah AS menyadari uji coba ledakan nuklir Tiongkok, termasuk persiapan untuk uji coba dengan daya ledak ratusan ton."

Ia mengklaim bahwa militer Tiongkok berusaha menyembunyikan uji coba dan ledakan nuklir karena mereka tahu bahwa hal itu melanggar larangan uji coba nuklir. Tiongkok melakukan salah satu "uji coba nuklir" ini pada 22 Juni 2020.

Presiden AS Donald Trump pada bulan Oktober memerintahkan militer AS untuk segera melanjutkan uji coba senjata nuklirnya, dengan mengatakan bahwa negara-negara lain juga melakukan hal yang sama, tetapi tidak memberikan detail atau mengidentifikasi negara-negara tersebut.

Shen Jian, perwakilan Tiongkok untuk urusan perlucutan senjata, tidak secara langsung menanggapi tuduhan DiNanno, tetapi mengatakan bahwa Beijing selalu bertindak dengan bijaksana dan bertanggung jawab dalam masalah nuklir.

Ia mengatakan bahwa Tiongkok mencatat bahwa AS terus melebih-lebihkan apa yang disebut ancaman nuklir Tiongkok dalam pernyataannya. Tiongkok dengan tegas menentang narasi palsu tersebut. AS yang harus disalahkan karena meningkatkan perlombaan senjata.

Para pejabat di konferensi tersebut mengatakan bahwa klaim AS tersebut baru dan mengkhawatirkan. Seperti Amerika Serikat, Tiongkok telah menandatangani tetapi belum meratifikasi Perjanjian Pelarangan Uji Coba Nuklir Komprehensif (CTBT), yang melarang uji coba nuklir eksplosif. Rusia telah menandatangani dan meratifikasinya, tetapi menarik diri darinya pada tahun 2023.(sl)