Rubio: Kita Melihat Garis Akhir Perang dengan Iran
-
Menlu AS, Marco Rubio
Pars Today – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat mengklaim bahwa “akhir perang dengan Iran sedang dalam perjalanan.”
Menurut laporan Young Journalists Club (YJC), Marco Rubio, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, mengklaim bahwa Washington dapat melihat “garis akhir” perang dengan Iran yang kini memasuki minggu kelima. Ia juga mengatakan bahwa Amerika Serikat akan “meninjau kembali” hubungannya dengan aliansi NATO setelah perang ini berakhir.
Rubio dalam wawancara dengan Fox News mengklaim: “Kami dapat melihat garis akhirnya. Bukan hari ini, bukan besok, tetapi sedang dalam perjalanan.”
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat juga mengklaim bahwa pesan-pesan telah dipertukarkan antara Tehran dan Washington, dan ada kemungkinan bahwa pada suatu titik akan ada “pertemuan langsung” antara kedua pihak.
Klaim ini disampaikan sementara Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran, pada wawancaranya dengan Al Jazeera tadi malam menegaskan bahwa komunikasi yang berlangsung sama sekali tidak berarti dimulainya perundingan, dan hanya dilakukan dalam bentuk pertukaran pesan.
Ia mengatakan bahwa pesan-pesan tersebut disampaikan baik secara langsung maupun melalui negara-negara sahabat di kawasan, dan berisi peringatan atau pandangan masing‑masing pihak. Araqchi menambahkan bahwa Iran sejauh ini belum memberikan tanggapan atas usulan Amerika Serikat, tidak mengajukan rencana atau syarat apa pun, dan belum ada keputusan untuk memasuki perundingan.
Dalam bagian lain wawancara televisi tersebut, Rubio mengkritik negara‑negara anggota NATO karena tidak terlibat langsung dalam perang melawan Iran, dan berkata: “Menurut saya, sayangnya, kita harus meninjau kembali apakah aliansi yang selama ini melayani negara ini dengan baik masih tetap demikian, atau apakah kini telah berubah menjadi jalan satu arah di mana hanya Amerika yang membela Eropa, sementara ketika kita membutuhkan bantuan sekutu, mereka menolak memberikan akses pangkalan atau izin terbang.”
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengusulkan jadwal 2 hingga 3 minggu untuk keluar dari perang dan mengatakan bahwa, dengan atau tanpa kesepakatan, ia akan menghentikan keterlibatan dalam rentang waktu tersebut.
Pernyataan ini disampaikan sementara perang agresi terhadap Iran dimulai sejak 28 Februari (9 Esfand) dan Iran telah merespons melalui puluhan gelombang operasi “Janji Sejati 4”. Serangan terhadap Iran dan penutupan Selat Hormuz bagi negara‑negara yang terlibat perang telah meningkatkan harga minyak dan mengguncang pasar global. (MF)