Mengapa AS Memberhentikan Komandan Tinggi Militer?
-
Jenderal Randy George, Kepala Staf Angkatan Darat Amerika
Pars Today - Gelombang pemberhentian di tubuh militer Amerika Serikat, menyusul kekalahan-kekalahan strategis negara ini terhadap Iran, telah menciptakan krisis kepemimpinan terdalam di Pentagon.
Berdasarkan laporan Pars Today yang mengutip kantor berita Mehr, Kementerian Perang Amerika Serikat pada hari Jumat (03/04/2026) menyaksikan salah satu pemberhentian terbesar dalam sejarahnya. Pete Hegseth, Menteri Perang Amerika Serikat, dengan mengeluarkan perintah mendadak mengakhiri masa tugas Jenderal Randy George, Kepala Staf Angkatan Darat Amerika. Tindakan ini hanyalah bagian dari sebuah pergantian besar yang mencakup lebih dari 12 jenderal senior, termasuk komandan-komandan kunci Angkatan Laut dan Udara. Seluruh pemberhentian ini dilakukan dengan perintah langsung Hegseth dan koordinasi penuh dengan Donald Trump.
Di antara mereka yang diberhentikan, terlihat sosok-sosok seperti “William Green Jr.”, Kepala salah satu bagian Angkatan Darat, dan “David Hoden”, Komandan Bagian Transformasi dan Pelatihan Angkatan Darat Amerika Serikat. Sebaliknya, Jenderal “Christopher Lanew”, yang memiliki rekam jejak kerja sama erat dengan Hegseth, ditunjuk sebagai pengganti sementara. Para pakar mendeskripsikan gerakan-gerakan ini sebagai upaya terburu-buru untuk menyeragamkan tubuh militer Amerika Serikat dalam kondisi di mana negara tersebut menghadapi kebingungan strategis terhadap kekuatan regional Iran.
Akar krisis; penolakan terhadap rencana menyerang Iran
Dari sudut pandang para pengamat, akar utama dari gempa tiba‑tiba di Pentagon harus dicari dalam friksi mendalam antara realisme militer dan khayalan ofensif Gedung Putih. Jenderal Randy George, yang dikenal dengan rekam jejak baiknya dalam memimpin operasi dengan pendekatan menjaga keselamatan pasukan, karena gigih melakukan perhitungan medan tempur, berubah menjadi sosok yang tidak diinginkan bagi Pete Hegseth.
Pemberhentian mendadaknya menunjukkan bahwa dalam doktrin baru Pentagon, rekam jejak profesional para komandan tidak memiliki nilai sedikit pun dibandingkan dengan kebutuhan untuk melaksanakan tanpa syarat kebijakan ofensif terhadap Iran, dan Washington sedang menyingkirkan setiap suara yang menghalangi petualangan baru.
Pengungkapan mengejutkan dari dalam militer Amerika bahwa penentangan jelas rencana bunuh diri Delta Force dengan memasuki serangan darat ke tanah Iran. Para jenderal berpengalaman, termasuk Randy George, dengan bersandar pada perkiraan intelijen mengenai kekuatan pertahanan Iran yang tak dapat ditembus, secara terang‑terangan menentang operasi ini dan menyebutnya sebagai “pusaran tanpa jalan keluar” bagi angkatan bersenjata Amerika Serikat.
Dampak; penguatan daya tangkal Iran di tengah kekacauan Pentagon
Perkembangan ini telah menabur benih ketidakpercayaan yang dalam di lapisan menengah militer Amerika. Pemberhentian jenderal‑jenderal seperti Randy George yang memiliki popularitas di antara pasukan telah menciptakan gelombang kekecewaan di kalangan para perwira dan pasukan tempur. Di tingkat internasional, pembersihan ini telah mengirimkan pesan kelemahan dan ketidakstabilan Washington kepada para sekutu globalnya. Sekutu‑sekutu regional Amerika kini menghadapi keraguan serius apakah sebuah militer yang para komandannya dipecat karena rasionalitas militer dapat menjadi sandaran yang aman bagi mereka.
Sebaliknya, situasi ini menjadi cap pengesahan atas kedewasaan dan keteguhan kekuatan daya tangkal Iran. Kemampuan pertahanan Iran telah mencapai tingkat ketahanan yang sedemikian tinggi sehingga pejabat militer tertinggi Amerika menilai bahwa memasuki pertempuran darat dengan Iran berada di luar kapasitas operasional mereka.
Dengan demikian, krisis yang sedang berlangsung di Pentagon dianggap sebagai kemenangan strategis lain bagi Tehran dalam perang kehendak; karena musuh sebelum melakukan tindakan apa pun di medan perang lebih dulu mengalami keruntuhan strukturnya di ruang‑ruang perang.(sl)