Dolar Bukan Lagi Alat Pembayaran, Tapi Alat Penindas: Zakharova Serukan Perlawanan
https://parstoday.ir/id/news/world-i190478-dolar_bukan_lagi_alat_pembayaran_tapi_alat_penindas_zakharova_serukan_perlawanan
Pars Today - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa dolar AS, yang awalnya diperkenalkan sebagai mata uang untuk memfasilitasi pembayaran global, kini telah berubah menjadi alat di tangan mereka yang ingin menghentikan pembangunan di negara lain.
(last modified 2026-05-28T04:18:52+00:00 )
May 28, 2026 11:17 Asia/Jakarta
  • Maria Zakharova, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia
    Maria Zakharova, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia

Pars Today - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa dolar AS, yang awalnya diperkenalkan sebagai mata uang untuk memfasilitasi pembayaran global, kini telah berubah menjadi alat di tangan mereka yang ingin menghentikan pembangunan di negara lain.

Dilansir Pars Today dari IRNA, 27 Mei 2026, Maria Zakharova menyatakan bahwa penggunaan dolar sebagai senjata untuk menghentikan pembangunan suatu negara telah menciptakan tantangan besar. Lembaga moneter dan keuangan internasional sendiri telah berubah menjadi instrumen tekanan politik dan ekonomi. Hal ini, katanya, membutuhkan penciptaan mekanisme respons yang efektif dalam organisasi seperti BRICS.

Zakharova juga menyebutkan bahwa hasil nyata di bidang ini telah dimasukkan ke dalam deklarasi para pemimpin BRICS, termasuk pada KTT Kazan 2024 dan KTT Rio de Janeiro 2025.

Menjawab pertanyaan tentang peran BRICS, SCO, ASEAN, dan EAEU dalam arsitektur keamanan global yang baru, Zakharova menegaskan bahwa gagasan dunia yang diatur oleh pusat pengambilan keputusan tunggal, baik unipolar maupun bipolar, tidak lagi cocok dan tidak didukung oleh mayoritas global.

Ia menekankan bahwa fitur-fitur sistem keamanan global yang baru muncul dari penolakan terhadap metode sepihak yang tidak hanya tidak sempurna, tetapi juga tidak memiliki hak untuk eksis. Tidak ada negara yang memiliki hak untuk membangun kembali negara lain, satu kawasan, atau seluruh planet sesuai keinginannya.

Zakharova menyimpulkan bahwa mekanisme dunia masa depan harus mengakhiri praktik yang diterapkan oleh mantan kekuatan kolonial untuk menekan koloni mereka, yang kemudian berkembang menjadi kebijakan nasionalisme ekstrem dan apartheid rasial dan nasional. Mereka yang menganggap diri mereka di atas hukum tidak boleh memiliki tempat dalam karakteristik dunia masa depan.

Pernyataan Zakharova ini merupakan kritik pedas terhadap dominasi dolar AS dan tatanan global yang dirancang untuk melanggengkan ketidaksetaraan. Ia secara implisit menyerukan agar kekuatan-kekuatan besar seperti negara-negara BRICS menciptakan alternatif nyata, tidak hanya dalam pembayaran tetapi juga dalam arsitektur keamanan global.

"Dolar tadinya alat bayar, sekarang alat pukul. Zakharova mengingatkan dunia: sistem yang dirancang untuk memudahkan transaksi global telah disalahgunakan menjadi instrumen pemerasan. Dan ketika negara penguasa moneter tidak bisa bersaing secara adil, ia menggunakan mata uangnya sebagai senjata. Inilah sebabnya BRICS dan aliansi global lain bergerak membangun benteng baru, bukan untuk perang, tetapi untuk membebaskan diri dari belenggu."(Sail)