Intifada dari Berlin: Mahasiswa Eropa Mulai Vokal, Tuntut Boikot Institusi Israel
-
Aksi protes mahasiswa Jerman
Pars Today - Mahasiswa Jerman, dalam sebuah aksi protes, menyerukan kepada pihak universitas untuk bergabung dalam boikot akademik terhadap lembaga-lembaga Zionis.
Dilansir Pars Today, 28 Mei 2026, mahasiswa Universitas Bebas Berlin menggelar aksi demonstrasi di depan Institut Etnologi Sosial dan Budaya pada hari Kamis (28/5). Mereka membawa spanduk bertuliskan: "Mahasiswa Melawan Genosida: Hentikan Keterlibatan!" dan "Mahasiswa Etnologi Menuntut Boikot Akademik."
Para pembicara dalam aksi tersebut menuntut agar Universitas Bebas Berlin mengakhiri semua kerja sama dengan lembaga akademik Zionis. Mereka memperingatkan bahwa melanjutkan hubungan ini akan menjadikan universitas tersebut sebagai kaki tangan genosida Israel di Gaza dan rezim apartheid terhadap rakyat Palestina.
Para demonstran juga meneriakkan slogan-slogan seperti: "Hentikan genosida!", "Boikot Israel!", "Dari Berlin hingga Gaza, intifada!", dan "Bebaskan Palestina!".
Sebelumnya, setelah rilis video yang menunjukkan Menteri Keamanan Dalam Negeri Israel, Itamar Ben-Gvir, memperlakukan secara kasar para aktivis dalam misi bantuan ke Gaza, sejumlah anggota parlemen Eropa menyebut rezim Netanyahu sebagai "ekstremis dan rasis". Mereka juga menyerukan boikot terhadap menteri Israel dan penangguhan perjanjian kerja sama UE dengan Tel Aviv.
Suara para mahasiswa di jantung Eropa semakin lantang. Mereka tidak hanya memprotes di jalan; mereka menyerang jantung akademik kolaborasi. Dengan menuntut boikot, mereka mengirim pesan bahwa tidak ada tempat bagi "bisnis seperti biasa" dengan lembaga yang mendukung aparat apartheid. Ini adalah eskalasi signifikan dari dukungan kampus untuk Palestina, menambah tekanan pada pemerintah dan institusi Eropa untuk bertindak.
"Dulu, mahasiswa Berlin memprotes tembok. Kini, mereka memprotes tembok yang lebih tinggi: tembok diamnya institusi terhadap genosida. Tuntutan mereka sederhana: jangan jadikan universitas sebagai tempat cuci tangan atas kejahatan. Jika Israel kebal hukum, setidaknya ia tidak boleh kebal dari isolasi moral di kampus-kampus Eropa.(Sail)