Senat AS Menolak Rancangan Pembatasan Kewenangan Perang Trump terhadap Iran
-
Senat Amerika
Pars Today – Senat AS menolak rancangan undang-undang pembatasan wewenang perang presiden terhadap Iran dengan suara mayoritas meskipun telah disetujui sebelumnya di DPR.
Menurut laporan Kantor Berita Mehr yang mengutip Russia Al-Yaum, Senat AS dalam pemungutan suara terbarunya, menggagalkan resolusi yang bertujuan membatasi wewenang Donald Trump, Presiden negara itu, untuk tindakan militer terhadap Iran.
Berdasarkan laporan ini, rancangan yang sebelumnya telah disetujui dengan dukungan Demokrat dan bergabungnya empat anggota DPR dari Partai Republik dengan 215 suara setuju melawan 208 suara tidak setuju di DPR AS, gagal melewati hambatan Senat.
Dalam pemungutan suara ini, 48 senator menentang rancangan ini, sementara hanya 47 senator yang memberikan suara positif.
Resolusi ini, yang diajukan oleh Senator "Warnock," menuntut penarikan pasukan militer AS dari operasi tempur yang tidak memiliki izin hukum yang diperlukan.
Sementara itu, pemerintahan Donald Trump, dengan lobi yang luas, menyebut resolusi ini sebagai "tidak nasional."
Trump sebelum pemungutan suara secara tegas telah mengancam bahwa jika disetujui secara final, ia akan menggunakan hak vetonya untuk membatalkannya.
Marco Rubio, Menteri Luar Negeri AS, juga dengan mengambil sikap agresif, seraya menentang rancangan ini, memperingatkan bahwa setiap pembatasan wewenang presiden akan melemahkan posisi Amerika Serikat dalam proses negosiasi dengan Iran.
Donald Trump juga dengan bahasa keras menyerang para anggota Partai Republik yang mendukung rancangan ini, dan menggambarkan tindakan mereka sebagai "memalukan" dan dalam rangka melayani "musuh-musuh Amerika." (MF)