Latihan Beban di Usia Paruh Baya Turunkan Risiko Diabetes
https://parstoday.ir/id/news/world-i192270-latihan_beban_di_usia_paruh_baya_turunkan_risiko_diabetes
Pars Today - Latihan beban (strength training) mungkin memainkan peran penting dalam menurunkan risiko diabetes tipe 2.
(last modified 2026-06-29T08:35:01+00:00 )
Jun 29, 2026 15:30 Asia/Jakarta
  • Latihan bebas di usia paruh baya
    Latihan bebas di usia paruh baya

Pars Today - Latihan beban (strength training) mungkin memainkan peran penting dalam menurunkan risiko diabetes tipe 2.

Melansir Mehr News dari Health Day News, 29 Juni 2026, Dr. Shirin Jaggi, spesialis endokrin di Northwell Health Center, New York, yang menelaah temuan ini, mengatakan, "Studi ini menonjolkan pentingnya latihan resistensi dan olahraga."

Ia dalam sebuah siaran pers menambahkan, "Di masa lalu kita telah melihat bahwa olahraga dan aktivitas fisik memainkan peran kunci dalam pencegahan diabetes tipe 2, tetapi yang secara khusus kita lihat sekarang melalui studi ini adalah bahwa latihan resistensi memainkan peran kunci dalam membantu mencegah pra-diabetes dan diabetes tipe 2."

Studi Besar: 143.000 Peserta, 19 Tahun

Para peneliti yang telah mengikuti lebih dari 143.000 orang dewasa Amerika selama hingga 19 tahun, menemukan bahwa orang-orang yang secara konsisten berpartisipasi dalam latihan resistensi memiliki tingkat kejadian diabetes tipe 2 yang secara signifikan lebih rendah.

Dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukan latihan resistensi sama sekali, orang dewasa yang melakukan latihan ini minimal dua jam per minggu menghadapi risiko terkena penyakit ini 27 persen lebih rendah.

Manfaat Terbesar di Usia Paruh Baya

Manfaat terbesar diamati pada mereka yang melanjutkan latihan resistensi sepanjang usia paruh baya, dengan risiko terkena diabetes berkurang 42 persen.

Studi ini juga menunjukkan bahwa risiko terkena diabetes paling rendah di antara mereka yang menggabungkan latihan beban rutin dengan tingkat olahraga aerobik yang direkomendasikan dan perilaku tidak banyak bergerak yang terbatas, seperti menonton televisi.

Konsistensi Lebih Penting dari Durasi

Meskipun satu jam atau lebih latihan resistensi per minggu sudah sesuai dengan pedoman kesehatan masyarakat, Jaggi mengatakan bahwa temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa kelangsungan jangka panjang mungkin lebih penting.

Ia mengatakan, "Baik itu 30 menit, satu jam, atau dua jam, ketika Anda sudah mencapai konsistensi ini, yang penting adalah Anda tetap bertahan dengan itu."

Rekomendasi: Masukkan dalam Pedoman Pencegahan

Para penulis studi ini, yang dipimpin oleh Dr. Tianiao Zhang dari Fakultas Kedokteran Universitas Zhejiang di Tiongkok, merekomendasikan agar latihan resistensi dimasukkan dalam pedoman pencegahan diabetes.

Yang paling menarik dari studi ini bukanlah angka-angkanya, meskipun 42% penurunan risiko itu sangat signifikan, melainkan penekanannya pada konsistensi. Ini bukan tentang seberapa keras Anda berlatih, tapi seberapa lama Anda bertahan. Pesan ini sangat relevan di era di mana banyak orang memulai resolusi tahun baru dengan semangat, lalu berhenti setelah beberapa minggu. Studi ini berkata, "Jangan berhenti. Bahkan 30 menit, asalkan rutin, lebih baik dari 2 jam yang hanya sekali." Dan yang juga menarik: latihan beban dikombinasikan dengan aerobik dan pengurangan perilaku sedentari (seperti menonton TV) memberikan manfaat terbesar. Ini adalah resep yang sederhana tapi kuat dan bisa diterapkan siapa pun, di mana pun.(Sail)