Ratusan Massa Stockholm Turun ke Jalan: Hentikan Perang, Buka Blokade Gaza!
-
Ratusan Massa Stockholm Turun Jalan
Pars Today - Ratusan orang di Stockholm, ibu kota Swedia, pada hari Sabtu (11/7) menggelar demonstrasi untuk memprotes serangan rezim Zionis ke Jalur Gaza, pelanggaran kesepakatan gencatan senjata, dan berlanjutnya pembatasan terhadap masuknya bantuan kemanusiaan ke wilayah itu.
Sebagaimana dilaporkan IRNA pada Minggu, 12 Juli 2026, dini hari mengutip kantor berita Anadolu, para pengunjuk rasa yang memenuhi ajakan sejumlah organisasi masyarakat sipil berkumpul di Lapangan "Odenplan". Dengan mengibarkan bendera-bendera Palestina dan meneriakkan slogan-slogan anti-rezim Israel, mereka menuntut pencabutan blokade Gaza dan masuknya bantuan kemanusiaan tanpa hambatan.
Para pengunjuk rasa juga menuntut pembebasan tahanan-tahanan Palestina, terutama tenaga medis, termasuk Dr. Hussam Abu Safiyyah, direktur Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza utara.
"Dror Feiler", aktivis Swedia, mengatakan bahwa para peserta demonstrasi turun ke jalan untuk membela hak-hak rakyat Palestina dan mewujudkan keadilan serta kesetaraan.
Ia menegaskan bahwa para pengunjuk rasa tidak hanya menuntut penghentian konflik, tetapi juga bersikukuh pada terwujudnya perdamaian yang adil. Sebab, perdamaian yang tidak dibangun di atas keadilan bukanlah perdamaian sejati, melainkan justru menjadi lahan subur bagi pecahnya perang berikutnya.
Feiler menuduh komunitas internasional berpaling dari kejahatan dan agresi yang terjadi di Jalur Gaza, dan mengatakan bahwa perkembangan terkini memerlukan sikap yang lebih serius dan lebih nyata dari negara-negara dunia.
Ia menambahkan bahwa selama tiga tahun terakhir, rakyat Palestina telah menghadapi genosida, pembersihan etnis di Tepi Barat, kehancuran besar-besaran di Gaza, serta pembunuhan terhadap anak-anak, warga sipil, dan orang tua.
Aktivis Swedia ini juga mengkritik melemahnya kepatuhan terhadap hukum internasional dan hukum perang yang disusun pasca-Perang Dunia II, serta mengatakan bahwa negara-negara besar menerapkan hukum-hukum ini secara selektif sesuai dengan kepentingan mereka sendiri.(Sail)