Di Balik Turunnya Harga Minyak, Bensin AS Malah Meroket
-
Harga bensin di AS
Pars Today - Harga bensin, solar, dan avtur kembali mengalami tren kenaikan, meskipun harga minyak mentah justru turun, fenomena langka yang meningkatkan biaya perjalanan di puncak musim liburan dan membahayakan serius janji Presiden Amerika untuk mengendalikan inflasi sebelum pemilihan paruh waktu Kongres.
Sebagaimana dilaporkan IRNA dari Los Angeles Times, 13 Juli 2026, selisih harga antara sejumlah produk kilang dan minyak mentah di Amerika dan berbagai wilayah dunia mencapai rekor tertinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Hal ini terjadi sementara indeks harga minyak global hampir kehilangan seluruh kenaikan yang diperoleh sejak perang Iran dimulai.
Sejumlah analis memperingatkan bahwa konsumen harus bersiap menghadapi kenaikan harga BBM lebih lanjut di pompa bensin, karena larangan ekspor Rusia pascaperang Ukraina serta dimulainya kembali konflik di Timur Tengah telah menekan pasokan.
Jamie Torrance, kepala unit perdagangan solar dan avtur di perusahaan dagang minyak besar Trafigura Group, mengatakan bahwa "kilang-kilang saat ini beroperasi pada tingkat utilisasi yang sangat tinggi, tetapi cadangan BBM tetap terus menurun."
Bagi pemerintah dan bank sentral di seluruh dunia, pasar BBM menjadi pengingat pahit dan menyakitkan tentang konsekuensi inflasi dari keputusan Donald Trump (Presiden Amerika) untuk terlibat perang dengan Iran, serta kegagalannya mengakhiri perang Rusia-Ukraina, perang yang selama kampanye pemilihannya untuk kembali ke Gedung Putih, ia berulang kali berjanji akan mengakhirinya dalam waktu 24 jam!
Trump telah meminta penyelidikan atas situasi ini, tetapi perusahaan-perusahaan besar seperti perusahaan makanan multinasional PepsiCo melihat penurunan permintaan konsumen disebabkan oleh kenaikan harga bensin. Para manajer investasi di sejumlah perusahaan juga mulai membeli aset lindung nilai untuk melindungi modal mereka dari kemungkinan berlanjutnya inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan di Amerika, yang disebabkan oleh kenaikan biaya BBM.
Taylor Rogers, Juru Bicara Gedung Putih, dalam sebuah pernyataan mengklaim bahwa "Trump dan tim energinya sejak awal telah memprediksi gangguan pasar jangka pendek, menyampaikannya dengan jujur kepada rakyat Amerika, dan menerapkan program serius untuk menyesuaikan dampaknya. Harga minyak telah turun drastis, dan harga BBM di pompa diperkirakan akan mengikuti penurunan tersebut!"
Data dari bursa ICE Futures Europe menunjukkan bahwa dana lindung nilai, sebelum Amerika melanjutkan serangannya terhadap Iran, telah mempersiapkan diri untuk kelanjutan tren kenaikan harga, sehingga sejak akhir Maret, pasar lebih banyak bertaruh pada kenaikan harga solar Eropa daripada waktu lainnya. Sementara itu, optimisme pasar terhadap minyak mentah Brent sebagai patokan global justru mencapai titik terendah sejak Desember yang mengindikasikan bahwa pasar memperkirakan kenaikan tajam harga solar bahkan dalam kondisi penurunan harga minyak mentah.(Sail)