Pengakuan Mengejutkan Maling Louvre: Bos Kecewa, Kami Bisa Curi Lebih Banyak!
-
Pencurian di museum Louvre
Pars Today - Berdasarkan pernyataan terbaru para tersangka pencurian bernilai 88 juta euro di Museum Louvre, otak di balik pencurian tersebut mengira mereka bisa mencuri lebih banyak benda dari museum.
Sebagaimana dilaporkan ISNA, 14 Juli 2026, dua pria yang menjadi tersangka pencurian perhiasan kerajaan senilai 88 juta euro (75 juta poundsterling) dari Museum Louvre pada bulan Oktober tahun lalu, mengatakan kepada para penyidik bahwa otak di balik pencurian tersebut kecewa dengan barang yang didapat dan mengira mereka bisa membawa lebih banyak benda dari museum.
The Guardian menulis bahwa surat kabar Prancis Le Monde, berdasarkan salinan interogasi oleh dua hakim penyidik yang menangani kasus terhadap para terdakwa pencurian pada bulan lalu, memaparkan rincian pencurian yang menjadi berita utama media dunia dan berujung pada pengunduran diri direktur museum tersebut.
Berdasarkan narasi yang diterbitkan oleh surat kabar ini, para tersangka, yang di Prancis disebut dengan nama "Abdoulaye N" dan "Ghelamallah F", mengklaim bahwa mereka melakukan pencurian di Galeri Apollon di Louvre atas perintah seorang bos yang mereka enggan menyebutkan namanya karena khawatir akan keselamatan keluarga mereka.
Dikatakan bahwa ketika para hakim menunjukkan mahkota yang rusak parah kepada "Abdoulaye N", ia mengaku, "Ya, itu saya. Itu jatuh dari tas saya." Ia menambahkan, "Apa yang kami lakukan itu salah. Ini masalah yang sangat serius."
Terdakwa ini mengatakan bahwa ketika mereka menyerahkan benda-benda curian kepada otak pencurian, bos mereka "tidak puas" dengan hasilnya, dan ia mengatakan kepada penyidik: "Dia pikir kami bisa mengambil lebih banyak."
Kedua pria tersebut mengatakan bahwa mereka baru direkrut dua atau tiga hari sebelum pencurian.
Salah satu tersangka dikutip mengatakan bahwa mereka diberi misi spesifik: "Pecahkan kaca dan keluarkan perhiasan dari dalam etalase."
Salah satu tersangka, yang sebelumnya merupakan bintang media sosial kecil dengan minat pada sepeda motor, mengatakan bahwa ia sedang "tertekan" secara finansial dan dijanjikan 15.000 hingga 20.000 euro untuk perannya dalam pencurian ini. Ia mengatakan bahwa motif bosnya adalah finansial dan bermaksud menjual kembali perhiasan curian tersebut.
Salah satu tersangka dikutip mengatakan kepada penyidik, "Saya tahu bahwa saya ingin mencuri dari Louvre." Sementara tersangka lainnya mengatakan bahwa ia tidak tahu target pencurian tersebut dan awalnya diberitahu bahwa mereka akan mencuri dari sebuah toko perhiasan di Paris, bukan dari museum yang paling banyak dikunjungi di dunia. Jika ia mengetahui kenyataannya, ia tidak akan pernah menginjakkan kaki di sana.
Kedua pria ini, setelah mengakses balkon lantai pertama melalui lift barang, memecahkan kaca Galeri Apollon, masuk ke museum, dan memotong kaca dua etalase.
Kedua tersangka mengatakan bahwa mereka tidak tahu apa yang terjadi pada perhiasan tersebut setelah diserahkan, tetapi karena takut akan pembalasan, mereka menolak memberikan petunjuk apa pun kepada penyidik mengenai identitas dalang utama pencurian atau rekannya yang lain.
Surat kabar Le Monde menulis bahwa para penyidik belum mengonfirmasi bahwa para pencuri bertindak atas perintah seseorang.(Sail)