AS Janjikan Bantuan $1 Miliar untuk Pemerintahan Baru Kolombia
-
Bendera AS dan Kolombia
Pars Today - Kementerian Luar Negeri AS, bersamaan dengan pelantikan presiden sayap kanan baru Kolombia, Abelardo de la Espriella, mengumumkan alokasi bantuan keuangan sebesar satu miliar dolar AS untuk Bogotá dan menyebutnya sebagai komitmen pemerintahan Trump untuk "menghidupkan kembali" hubungan AS-Kolombia serta memperdalam kemitraan keamanan dan ekonomi kedua negara.
Sebagaimana dilaporkan ISNA, Sabtu, 8 Agustus 2026, pemerintahan Donald Trump pada hari Jumat (7/8) mengumumkan bahwa AS berencana memberikan bantuan sebesar satu miliar dolar AS sebagai bagian dari paket keamanan baru yang bertujuan memperkuat kerja sama dengan pemerintahan presiden baru Kolombia, Abelardo de la Espriella.
Espriella adalah kandidat sayap kanan dalam pemilihan presiden Kolombia yang didukung oleh Trump.
Kantor berita Anadolu melaporkan bahwa delegasi AS yang dipimpin oleh Jaksa Agung Sementara, Todd Blanche, mewakili Washington dalam upacara pelantikan Espriella pada 7 Agustus. Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri AS, kehadiran ini menunjukkan komitmen pemerintahan Trump untuk "menghidupkan kembali" hubungan AS-Kolombia dan memperdalam kemitraan keamanan dan ekonomi kedua negara.
Dalam pernyataan kementerian tersebut disebutkan, "Sebagai landasan dari kemitraan baru ini, Amerika Serikat, dengan bekerja sama dengan Kongres, bermaksud untuk mengumumkan bantuan sebesar $1 miliar sebagai bagian dari paket keamanan untuk mendukung pemerintahan Presiden de la Espriella dalam mencapai tujuan bersama kita."
Kemenlu AS menyatakan akan bekerja sama dengan Kolombia untuk memperkuat pasukan keamanannya melalui teknologi AS, peningkatan efisiensi belanja pertahanan, peningkatan interoperabilitas militer, dan operasi terkoordinasi dengan pasukan AS.
Dalam pernyataan itu, disebutkan, "Dengan mengandalkan lebih dari 200 tahun persahabatan, pemerintahan Trump menantikan kerja sama erat dengan pemerintahan baru untuk memastikan keamanan dan kemakmuran bagi Amerika Serikat, Kolombia, dan belahan bumi kita."
Espriella dilantik sebagai presiden pada hari Jumat (7/8) di Cali, bukan di ibu kota, Bogotá. Langkah yang melanggar tradisi ini dimaksudkan untuk menegaskan sikapnya terhadap kelompok-kelompok bersenjata di wilayah tersebut. Ia berkomitmen untuk mengambil pendekatan yang lebih keras terhadap perdagangan narkotika, sambil menerapkan langkah-langkah penghematan untuk memperkuat ekonomi dan memulihkan kepercayaan investor.(Sail)