Korea Utara Murka: Latihan Perang AS-Jepang-Korsel "Provokasi"
https://parstoday.ir/id/news/world-i196434-korea_utara_murka_latihan_perang_as_jepang_korsel_provokasi
Pars Today - Korea Utara mengecam latihan militer lima hari yang digelar Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan, serta memperingatkan konsekuensi dari meningkatnya aktivitas militer Washington yang dianggap provokatif di Semenanjung Korea.
(last modified 2026-09-08T04:09:37+00:00 )
Sep 08, 2026 11:07 Asia/Jakarta
  • Bendera Korea Utara
    Bendera Korea Utara

Pars Today - Korea Utara mengecam latihan militer lima hari yang digelar Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan, serta memperingatkan konsekuensi dari meningkatnya aktivitas militer Washington yang dianggap provokatif di Semenanjung Korea.

Melansir IRNA yang mengutip Reuters, Selasa, 08 September 2026, menurut Komando Pasifik AS, putaran keempat latihan yang disebut "Freedom Edge" itu telah dimulai dengan upacara pembukaan di Pangkalan Udara Yokota, Jepang, dan akan berlangsung hingga Jumat mendatang.

Latihan ini digelar di perairan internasional dan wilayah udara di selatan Korea Selatan, serta di fasilitas militer dan pos komando di Jepang.

Latihan "Freedom Edge" berfokus pada interoperabilitas di bidang udara, laut, dan siber, serta pertahanan udara dan rudal terintegrasi.

Korea Selatan menyebut latihan ini bersifat defensif dan bertujuan untuk memperkuat kemampuan pencegahan serta respons terhadap ancaman nuklir dan rudal Korea Utara.

Namun, Korea Utara mengecam latihan trilateral ini sebagai ancaman bagi dirinya maupun negara-negara lain di kawasan.

Dalam pernyataan Kementerian Pertahanan Korea Utara yang dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), Pyongyang menuduh Washington menjalankan "tindakan militer provokatif" dan berjanji akan mengambil "tindakan balasan".

Kim Sung-ji, Menteri Pertahanan Korea Utara, dalam pernyataannya menyebut aksi militer AS dan negara-negara pendukungnya yang ceroboh itu bertujuan menciptakan konfrontasi militer serius dan potensi konflik di Semenanjung Korea.

Menurut laporan kantor berita tersebut, ia juga "dengan serius" memperingatkan tentang "konsekuensi yang akan timbul".

Pernyataan itu juga menegaskan bahwa tidak akan ada perubahan dalam kebijakan Pyongyang dalam merespons tindakan permusuhan AS.

Latihan ini digelar di tengah pernyataan Donald Trump, Presiden AS, pekan lalu bahwa ia telah memerintahkan Menteri Pertahanan Pete Hegseth untuk "mengurangi secara signifikan" latihan militer bilateral yang direncanakan antara AS dan Korea Selatan. Trump juga menyinggung konsekuensi latihan tersebut dan hubungannya dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.

Trump mengatakan bahwa latihan ini mengirimkan pesan yang "tidak pantas dan bermusuhan" kepada Pyongyang.

"Korea Utara secara resmi mengecam latihan militer gabungan "Freedom Edge" yang digelar AS, Jepang, dan Korea Selatan selama lima hari, menilai langkah itu sebagai provokasi dan ancaman bagi kawasan. Pyongyang berjanji akan mengambil tindakan balasan. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump justru sebelumnya menyatakan akan mengurangi latihan bilateral AS-Korsel, menilai latihan tersebut mengirimkan pesan yang tidak pantas dan bermusuhan ke Pyongyang. Ada kontras antara sikap militer (latihan trilateral tetap berjalan) dan pernyataan politik Trump yang cenderung meredam ketegangan."(Sail)