Moskow: Iran Prioritas Utama Agenda Politik BRICS
https://parstoday.ir/id/news/world-i196450-moskow_iran_prioritas_utama_agenda_politik_brics
ParsToday - Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, menjelang pertemuan BRICS di India, mengatakan bahwa tindakan provokatif AS terhadap Iran dan situasi Teluk Persia adalah isu politik paling mendesak dalam pertemuan BRICS.
(last modified 2026-09-08T06:48:36+00:00 )
Sep 08, 2026 13:46 Asia/Jakarta
  • Sergei Ryabkov, Wakil Menteri Luar Negeri Federasi Rusia
    Sergei Ryabkov, Wakil Menteri Luar Negeri Federasi Rusia

ParsToday - Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, menjelang pertemuan BRICS di India, mengatakan bahwa tindakan provokatif AS terhadap Iran dan situasi Teluk Persia adalah isu politik paling mendesak dalam pertemuan BRICS.

Melansir ParsToday yang mengutip IRIB, Selasa, 08 September 2026, Sergei Ryabkov, Wakil Menteri Luar Negeri Federasi Rusia dalam wawancara dengan kantor berita TASS sebelum pertemuan BRICS di New Delhi, mengatakan, "Situasi Iran dan secara umum kondisi Teluk Persia adalah isu politik paling mendesak bagi anggota BRICS."

Ia menambahkan, "Kemungkinan besar, masalah ini akan mendapat perhatian besar dalam pembicaraan di antara para pemimpin dan selama penyusunan rancangan dokumen akhir, dan saat ini saya tidak dapat memprediksi seperti apa hasilnya nanti."

Pertemuan BRICS ke-18 akan diselenggarakan pada 12–13 September di India. Brazil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan adalah negara-negara pendiri BRICS, dan Mesir, Uni Emirat Arab, Etiopia, Indonesia, serta Iran juga telah bergabung.

BRICS juga memiliki sembilan negara mitra sebagai anggota asosiasi, termasuk Bolivia, Kuba, Belarusia, Malaysia, Nigeria, dan Kazakhstan.

"Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov, menyatakan bahwa situasi Iran dan kondisi Teluk Persia, terutama akibat tindakan provokatif AS, menjadi isu politik paling mendesak yang akan dibahas dalam pertemuan BRICS ke-18 di New Delhi, India (12–13 September 2026). Masalah ini diperkirakan akan mendapat perhatian besar dalam pembicaraan para pemimpin dan dalam penyusunan dokumen akhir pertemuan. BRICS kini beranggotakan 10 negara, termasuk Iran yang baru bergabung, serta 9 negara mitra."(Sail)