Vance: Jika Trump Mau, Kita Bisa Capai Kesepakatan dengan Iran!
https://parstoday.ir/id/news/world-i196576-vance_jika_trump_mau_kita_bisa_capai_kesepakatan_dengan_iran!
Pars Today - Wakil Presiden Amerika Serikat, dengan melontarkan klaim bahwa Iran tidak memiliki banyak opsi di depan, mengatakan bahwa jika Trump mau, kita bisa mencapai kesepakatan dengan Tehran.
(last modified 2026-09-10T07:39:05+00:00 )
Sep 10, 2026 14:31 Asia/Jakarta
  • JD Vance, Wakil Presiden AS
    JD Vance, Wakil Presiden AS

Pars Today - Wakil Presiden Amerika Serikat, dengan melontarkan klaim bahwa Iran tidak memiliki banyak opsi di depan, mengatakan bahwa jika Trump mau, kita bisa mencapai kesepakatan dengan Tehran.

Melansir kantor berita Mehr yang mengutip Al Jazeera, Kamis, 10 September 2026, Wakil Presiden Amerika, dalam kelanjutan klaim-klaim tak berdasar pejabat negaranya terhadap Iran, mengklaim bahwa mereka telah mencabut Iran dari ekspor minyaknya dan negara itu tidak lagi memiliki pendapatan dari sektor energi.

Berdasarkan laporan ini, "JD Vance" dalam kelanjutan klaim-klaimnya menambahkan bahwa Iran tidak lagi memiliki banyak opsi di depan, dan jika Trump mau, kita bisa mencapai kesepakatan dengan negara ini.

Klaim-klaim yang dilontarkan Wakil Presiden Trump ini muncul di tengah ia sendiri dalam pernyataan terbarunya, melakukan pengkreditan atas pencapaian untuk dirinya sendiri dan mengklaim, "Dua tahun terakhir adalah tahun-tahun paling sukses, dan kami akan menjadikan negara kami lebih kuat, lebih aman, lebih kaya, dan lebih bebas daripada sebelumnya."

Trump, dengan mengulangi angan-angan tentang Iran, juga mengklaim, "Kami akan menang dalam perang dengan Iran dan kami menguasai Selat Hormuz. Kami menguasai Selat Hormuz dan saya pikir kita harus menamainya 'Selat Trump'."

Presiden Amerika juga melanjutkan pengulangan pernyataannya tentang ekonomi Iran dan mengklaim, "Iran sedang menuju keruntuhan; negara ini selama beberapa dekade adalah penguasa lalim di Timur Tengah, tetapi tidak lagi memiliki posisi seperti itu."

Pernyataan dan klaim-klaim kontradiktif Trump ini muncul di tengah ia sebelumnya pernah mengklaim bahwa perang dengan Iran akan berakhir setelah pemilihan paruh waktu negaranya.

"Wakil Presiden AS JD Vance mengklaim bahwa Iran tidak memiliki banyak opsi dan bahwa kesepakatan dengan Tehran bisa dicapai jika Trump menghendakinya. Ia juga mengklaim AS telah mencabut Iran dari ekspor minyak sehingga negara itu kehilangan pendapatan energi. Sementara itu, Trump dalam pernyataannya mengklaim akan menang dalam perang dengan Iran, menguasai Selat Hormuz (bahkan ingin menamainya "Selat Trump"), dan menyebut Iran sedang menuju keruntuhan. Pernyataan-pernyataan ini bertentangan dengan klaim Trump sebelumnya bahwa perang dengan Iran akan berakhir setelah pemilu paruh waktu AS."(Sail)