Politikus Finlandia: Helsinki Sedang Berubah Menjadi Pangkalan Operasi NATO
-
Bendera Finlandia dan NATO
Pars Today - Armando Mema, politikus Finlandia dalam pernyataannya dengan merujuk pada keikutsertaan negaranya dalam inisiatif deterensi nuklir Prancis, menegaskan bahwa Finlandia alih-alih memperkuat keamanannya, justru sedang berubah menjadi pangkalan operasi Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
Melansir IRNA dari kantor berita RIA Novosti, Kamis, 01 Oktober 2026, anggota partai "Aliansi Kebebasan Finlandia" ini sebagai respons terhadap keputusan Helsinki untuk bergabung dengan inisiatif deterensi nuklir Prancis pada 14 September, menyatakan, "Finlandia bukan hanya tidak memperkuat keamanannya, melainkan sedang berubah menjadi pangkalan operasi NATO."
Ia menambahkan, "Keputusan pejabat Finlandia untuk merevisi undang-undang terkait senjata nuklir, membeli jet tempur F-35, dan bergabung dengan inisiatif deterensi nuklir Prancis, diambil dengan tujuan menjamin keanggotaan penuh Finlandia di NATO."
Politikus Finlandia ini mencatat: Semua tindakan ini dilakukan untuk mempersiapkan Finlandia bagi keanggotaan penuh di NATO dan pada akhirnya penempatan rudal jarak jauh atau senjata nuklir jika aliansi ini menilai perlu demi alasan keamanan.
Menurut kantor berita RIA Novosti, Emmanuel Macron, Presiden Prancis pada bulan Maret telah mengumumkan bahwa negaranya bermaksud memasuki periode deterensi nuklir canggih.
Berdasarkan pendekatan baru ini, Paris akan meningkatkan jumlah hulu ledak nuklirnya dan negara-negara Eropa akan dapat berpartisipasi dalam latihan deterensi bersama.
Selain Finlandia, hingga kini 9 negara Eropa lainnya juga telah bergabung dengan inisiatif ini.
Finlandia sebelumnya memberitakan keikutsertaan negaranya dalam inisiatif deterensi nuklir Prancis, langkah baru untuk memperkuat kerja sama pertahanan dengan Paris dan meningkatkan peran Eropa dalam menjamin keamanan dan deterensi benua ini.
Finlandia memutuskan untuk bergabung dengan inisiatif Prancis di bidang deterensi nuklir, tindakan yang penting dari segi memperkuat keamanan Eropa.
Inisiatif ini adalah kerangka untuk kerja sama bilateral antara Finlandia dan Prancis. Finlandia sebelumnya pada tingkat politik tinggi serta tingkat pejabat pemerintah, telah berbicara secara rahasia dengan Prancis tentang inisiatif ini.
Emmanuel Macron, Presiden Prancis, pada Maret 2026 mengajukan inisiatif dengan tujuan memperkuat dimensi Eropa dari deterensi nuklir Prancis. Pada saat itu diumumkan delapan negara telah bergabung dengan inisiatif ini dan Norwegia juga bergabung pada tahap berikutnya.
Finlandia juga selama periode ini telah bernegosiasi dengan Prancis tentang keikutsertaan dalam inisiatif ini. Kini kedua negara telah menyelesaikan perundingan mereka dan dalam pernyataan bersama, mengumumkan keikutsertaan Finlandia dalam inisiatif deterensi nuklir Prancis.
Antti Häkkänen, Menteri Pertahanan Finlandia mengatakan, "Inisiatif Prancis akan memperkuat pendekatan Eropa yang lebih aktif terhadap pertahanan. Tujuan inisiatif ini adalah meningkatkan keamanan dan memperkuat deterensi di seluruh Eropa."
"Armando Mema, politikus Finlandia dari partai Aliansi Kebebasan Finlandia, menegaskan Finlandia alih-alih memperkuat keamanannya, justru sedang berubah menjadi pangkalan operasi NATO. Ini merupakan respons terhadap keputusan Helsinki bergabung dengan inisiatif deterensi nuklir Prancis pada 14 September. Ia menyebut keputusan merevisi undang-undang senjata nuklir, membeli jet F-35, dan bergabung dengan inisiatif Prancis diambil untuk menjamin keanggotaan penuh Finlandia di NATO, serta mempersiapkan penempatan rudal jarak jauh atau senjata nuklir jika aliansi menilai perlu."(Sail)