Bagaimana Masa Depan Dunia Kerja Nanti?
https://parstoday.ir/id/news/world-i198750-bagaimana_masa_depan_dunia_kerja_nanti
Pars Today - Forum Ekonomi Dunia memprediksi bahwa hingga tahun 2030, ekonomi global akan kehilangan 92 juta lapangan kerja.
(last modified 2026-10-16T17:31:04+00:00 )
Okt 17, 2026 00:29 Asia/Jakarta
  • Forum Ekonomi Dunia
    Forum Ekonomi Dunia

Pars Today - Forum Ekonomi Dunia memprediksi bahwa hingga tahun 2030, ekonomi global akan kehilangan 92 juta lapangan kerja.

Para ahli meyakini bahwa sebagian besar posisi pekerjaan di masa depan membutuhkan keterampilan yang menggabungkan teknik, analisis data, dan ilmu alam.

Menurut laporan Pars Today mengutip TV BRICS, Jumat, 16 Oktober 2026, Forum Ekonomi Dunia memprediksi bahwa hingga tahun 2030, ekonomi global akan kehilangan 92 juta lapangan kerja, sementara pada saat yang sama 170 juta posisi pekerjaan baru akan tercipta. Berdasarkan pandangan forum ini, 39 persen keterampilan kunci hingga tahun 2030 akan menjadi usang.

Berdasarkan data laporan Forum Ekonomi Dunia, lima sektor yang diperkirakan hingga tahun 2030 menciptakan peningkatan lapangan kerja terbesar adalah:

Teknologi dan transformasi digital — 35 juta;

Energi hijau — 28 juta;

Perawatan kesehatan — 24 juta;

Pendidikan dan pengembangan tenaga kerja — 18 juta;

Infrastruktur dan mobilitas — 15 juta.

Perlu diperhatikan bahwa negara-negara anggota BRICS, dengan populasi gabungan 3,9 miliar orang, juga berada dalam siklus transformasi ini, dan negara-negara BRICS harus menyelaraskan strategi pendidikan nasional mereka bukan dengan kondisi saat ini, melainkan dengan dinamika masa depan pasar kerja global.

Negara-negara kelompok ini memiliki mazhab ilmiah, sumber daya, dan kompetensi industri yang berbeda-beda. Menghimpun mereka melalui jaringan universitas memungkinkan penciptaan bukan hanya satu sistem untuk melatih para ahli, melainkan juga mekanisme untuk menghasilkan pengetahuan, teknologi, dan inovasi.

“Forum Ekonomi Dunia memprediksi hingga 2030 ekonomi global akan kehilangan 92 juta lapangan kerja, sementara 170 juta posisi baru tercipta, dan 39 persen keterampilan kunci menjadi usang. Para ahli meyakini sebagian besar posisi masa depan membutuhkan keterampilan yang menggabungkan teknik, analisis data, dan ilmu alam.”(Sail)