Rusia: AS dan Turki Terlibat Pelanggaran HAM Sistemik
Seorang pejabat Rusia, menilai laporan tahunan Amnesty International tentang pelanggaran hak asasi manusia di dunia mencerminkan adanya masalah sistemik dalam urusan HAM di Amerika Serikat dan memburuknya situasi HAM di Turki.
Menurut laporan Itar-Tass, Sabtu (27/2/2016), Komisaris Departemen Luar Negeri Rusia untuk Urusan HAM, Demokrasi dan Supremasi Hukum, Konstantin Dolgov mengatakan, laporan itu kembali mencerminkan masalah sistemik di AS seperti, penjara Guantanamo yang masih beroperasi, eksekusi mati yang belum dihapus, pelaksanaan siksaan kejam oleh CIA terhadap tahanan yang ditahan secara ilegal dan penggunaan kekerasan oleh polisi AS terhadap warga sipil.
Selain itu, Dolgov menuturkan bahwa laporan tahunan Amnesty International mencatat pelanggaran terang-terangan terhadap kebebasan berekspresi dan kebebasan berkumpul secara damai di Turki.
"Kasus lain pelanggaran HAM di Turki adalah penyalahgunaan kekuasaan dan perlakuan brutal polisi terhadap masyarakat di samping tidak adanya independensi lembaga peradilan,” tambahnya.
Di bagian lain komentarnya, Dolgov menandaskan laporan Amnesty International juga telah mengabaikan banyak fakta pelanggaran HAM oleh pemerintah Ukraina.
"Penyensoran politis, penumpasan oposisi, peningkatan tahanan politik, penangkapan luas dan tindakan keras terhadap demonstrasi damai, peningkatan jumlah orang hilang, penahanan sepihak, penyiksaan dan perlakuan brutal, penindasan yang belum pernah terjadi terhadap kebebasan pers dan kebebasan berekspresi serta pelanggaran hak pemilu rakyat Ukraina, semua kasus ini belum tertulis dalam laporan Amnesty International," tegas diplomat Rusia. (RM)