Rusia Diminta Bersabar Sebelum Kirim Misi Penjaga Perdamaian ke Suriah
Anggota Senat Rusia, Viktor Ozerov menilai penempatan pasukan penjaga perdamaian Rusia di Suriah, tidak rasional karena negara itu masih kacau.
Seperti dilansir Sputniknews, Ozerov pada Senin (21/11/2016) mengatakan, penyebaran misi penjaga perdamaian Rusia di Suriah harus menunggu sampai teroris dikalahkan di negara itu.
"Penyebaran setiap pasukan perdamaian harus didukung oleh PBB, organisasi regional atau perjanjian bilateral," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa operasi kontra-teroris Rusia di Suriah dilakukan atas permintaan resmi otoritas Suriah dan dalam kerangka hukum internasional.
"Saya menganggap setiap pembicaraan tentang perdamaian menjadi prematur sampai pasukan teroris dihancurkan di Suriah," tandas Ozerov.
Kelompok-kelompok teroris di Suriah melakukan banyak upaya untuk mewujudkan tujuan para pendukung mereka di negara itu. Namun, kerja sama strategis antara Rusia, Iran dan Suriah sejauh ini telah menghalangi terwujudnya tujuan tersebut.
Peran efektif para penasihat militer Iran dan kehadiran langsung militer Rusia di Suriah telah membuat para teroris terdesak di medan perang. (RM)