Malaysia: Keputusan OPEC Penting untuk Stabilkan Harga
Menteri di Jabatan Perdana Menteri Malaysia, Abdul Rahman Dahlan mengatakan, Kuala Lumpur yakin bahwa harga minyak dunia yang lebih stabil dapat dicapai dengan merangsang keseimbangan yang berkelanjutan antara permintaan dan penawaran di pasar minyak global.
"Pertemuan antara Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan negara-negara Non-OPEC yang diadakan di Wina pada 10 Desember, merupakan sebuah tonggak penting dalam upaya untuk menstabilkan harga minyak global," ujarnya seperti dikutip kantor berita IRNA, Selasa (13/12/2016).
"Pertemuan itu ditutup dengan komitmen dari negara-negara Non-OPEC, menyusul keputusan OPEC pada 30 November untuk memangkas produksi 1,2 juta barel per hari," kata Dahlan.
Menurutnya, pemangkasan produksi minyak yang dicapai OPEC akan berdampak positif bagi perekonomian di pihak produsen dan konsumen dalam jangka panjang.
Sebelum kesepakatan itu, Malaysia memproduksi minyak sekitar 668 ribu barel per hari.
Pada Sabtu lalu, OPEC dan Non-OPEC mencapai kesepakatan pertama mereka sejak tahun 2001 untuk mengurangi produksi minyak bersama-sama. OPEC sendiri menyepakati pemangkasan produksi 1,2 juta barel per hari. Dengan keputusan ini, produksi minyak OPEC akan ada di kisaran 32,5 juta barel per hari. (RM)