Golestan Palace: Mahkota 440 Tahun Retak Akibat Agresi AS-Israel
-
Istana Golestan
Pars Today - Di jantung sejarah, Golestan Palace berdiri bagai permata berkilau di mahkota warisan dunia UNESCO. Selama bertahun-tahun, istana ini menyaksikan pasang surut peradaban Iran dengan keagungan dan keindahannya yang memukau. Namun kini, sebagian dari mahkota bersejarah itu mengalami kerusakan serius akibat gelombang ledakan dari serangan rezim Zionis dan Amerika.
Dilansir IRNA, Golestan Palace yang terletak di kawasan bersejarah Tehran telah tercatat dalam daftar UNESCO sebagai dokumen hidup sejarah Iran. Keistimewaan ini berkat arsitekturnya yang unik, plesteran halus, kerajinan khatam-kari, pahatan batu, ukiran kayu, karya mashrabiyah, serta hiasan cermin yang sangat khusus.
Kompleks seluas 4,5 hektare ini memiliki usia lebih dari 440 tahun. Dahulu, tempat ini menjadi kediaman raja-raja seperti Agha Mohammad Khan, Fath-Ali Shah, Naser al-Din Shah, Mozaffar al-Din Shah, dan Ahmad Shah Qajar.
Golestan Palace memiliki sejumlah bagian ikonik: Shams-ol-Emareh, Aula Salam, Aula Cermin, Sofrekhaneh, Brillant, Diamond, dan Kaakh-ye Abyaz. Masing-masing menyumbangkan keindahan tersendiri bagi keseluruhan kompleks.
Kerusakan Meluas: Orsi dan Aula Cermin Jadi Korban
Kesunyian dinding istana kini menjadi saksi bisu luka yang menganga di hati sejarah. Sekitar 80 persen orsi, jendela kayu berukir khas Persia yang tak ternilai, yang dahulu memantulkan keagungan masa lalu, kini hancur akibat gelombang ledakan serangan rezim Zionis dan Amerika ke jantung Tehran.
Para pakar warisan budaya menuturkan dengan hati pilu tentang kerusakan mendalam yang terjadi. Hancurnya jendela-jendela, orsi yang megah, ukiran geometris halus, serta kerusakan pada Aula Cermin menjadi bukti tragedi besar. Aula Cermin yang berusia lebih dari 120 tahun,dan seharusnya segera diresmikan kembali setelah bertahun-tahun direnovasi, kini justru terperosok dalam musibah yang menyedihkan ini.
Sebagai warisan dunia, Golestan Palace seharusnya dilindungi selama konflik bersenjata sesuai konvensi internasional, termasuk Konvensi Den Haag 1954. Namun sayang, sejarah kali ini tak mampu membela dirinya sendiri. Sebagian lagi dari identitas dan jati diri rakyat Iran pun terancam musnah. Serangan ini tidak hanya melukai bangunan bersejarah, tetapi juga merobek jiwa dan kenangan generasi yang pernah hidup dalam keagungan tersebut.
149 Situs Warisan di 20 Provinsi Terkena Dampak
Dalam serangan musuh selama perang Ramadan, 149 situs warisan budaya di 20 provinsi Iran mengalami kerusakan: 5 situs warisan dunia, 54 museum, dan 7 kawasan bersejarah perkotaan. Kerugian awal diperkirakan mencapai lebih dari 7 triliun toman.
Namun, angka-angka ini bukan sekadar statistik. Setiap angka mewakili potongan memori kolektif warga Iran; sebagian identitas Iran yang retak atau padam. Di Tehran, 70 situs rusak; di Isfahan, 23 situs; di Golestan, 12 situs, seolah sejarah bagai untaian tasbih yang putus, berserakan di tanah.
Rincian Kerusakan pada Orsi dan Hiasan Mewah Golestan Palace
Kepala Museum Antropologi dan penanggung jawab museum-museum Golestan Palace menjelaskan kronologi kerusakan: pada 10 Esfand tahun lalu pukul 21.00, ledakan akibat serangan musuh ke Gedung Nomor 2 Kehakiman dan bangunan sekitarnya di Bundaran Arg menyebabkan kerusakan serius pada kompleks warisan dunia Golestan Palace. Gelombang ledakan merusak berbagai bagian istana, dengan dampak pertama pada atap, kaca, serta elemen kayu seperti pintu, jendela, dan orsi di Museum Antropologi, bangunan terdekat dengan lokasi ledakan.
Jabar Owj dalam wawancara dengan IRNA menyatakan bahwa atap mengalami kerusakan paling parah karena kedekatannya dengan Gedung Nomor 2 Kehakiman dan lokasinya di zona penyangga tingkat satu istana. Serangan ini, yang bertentangan dengan perjanjian dan konvensi internasional, merusak bagian-bagian sensitif kompleks. Mengingat musim hujan di bulan Esfand dan Farvardin, tim Golestan Palace segera melakukan perlindungan darurat pada atap untuk mencegah kerusakan sekunder.
Owj menambahkan bahwa sekitar 50–60 persen pintu dan jendela istana pecah dan memerlukan restorasi. Hiasan arsitektural seperti plesteran, hiasan cermin, dan ornamen lainnya di berbagai bagian istana juga mengalami kerusakan serius, meski struktur utama bangunan relatif lebih selamat.
Ia menegaskan bahwa di Aula Cermin, langit-langit, hiasan cermin, dan dinding mengalami kerusakan. Rontoknya cermin juga menyebabkan kerusakan kecil pada lampu gantung dan sistem pencahayaan. Di Teras Takht-e Marmar, sebagian besar ornamen dan orsi ikonik, hiasan cermin, serta dua pintu khatam-kari dari era Zand turut rusak.
Langkah Perlindungan dan Restorasi
Mengenai upaya perlindungan dan restorasi, Owj menjelaskan bahwa pecahan dan komponen rusak telah dikumpulkan untuk keperluan restorasi masa depan. Benda-benda bersejarah telah dikemas dan dipindahkan ke penyimpanan aman. Perlindungan darurat juga telah dilakukan pada atap, jendela, dan pintu guna mencegah meluasnya kerusakan.
Owj menambahkan bahwa tindakan perlindungan mencakup pemasangan terpal untuk mencegah masuknya debu. Perencanaan untuk penilaian kerugian finansial dan penyusunan rencana restorasi komprehensif kini tengah berjalan.
Signifikansi Historis dan Kultural Golestan Palace
Owj menekankan bahwa istana ini merupakan permata di jantung kawasan bersejarah Tehran, berlokasi di dekat Bundaran Arg, kawasan Eudolajan, Sangalaj, dan Bazaar Tehran. Serangan terhadap zona penyangga tingkat satu istana dan kawasan bersejarah ini bertentangan dengan konvensi dan perjanjian internasional, serta telah melukai identitas kultural dan historis kota maupun negara. Serangan ini tidak hanya merusak bangunan bersejarah, tetapi juga merobek jiwa dan kenangan generasi yang pernah hidup dalam keagungan tersebut.(Sail)