Presiden Iran: Idul Adha, Pesan Lantang Kebebasan dan Tidak Takut terhadap para Firaun Zaman Ini!
-
Presiden Republik Islam Iran Masoud Pezeshkian
Presiden Republik Islam Iran Masoud Pezeshkian menyebut Idul Adha sebagai manifestasi agung dari pengabdian, pengorbanan, dan kepasrahan di hadapan Tuhan Yang Maha Esa, dan menekankan peran nyata hari raya ini dalam memperkuat keteguhan bangsa Iran menghadapi ancaman dan serangan.
Parstoday-- Pezeshkian dalam pesannya mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H. Dia menyatakan bahwa hari raya besar ini merupakan simbol perjalanan sadar manusia untuk melepaskan keterikatan duniawi dan menerima ujian-ujian besar demi mencapai cakrawala keselamatan yang cerah.
"Di tengah dunia yang penuh gejolak saat ini, ketika api kezaliman, pendudukan, dan kerakusan para penguasa arogan zaman terus berkobar, Idul Adha membawa pesan yang lantang tentang martabat, kebebasan, dan keberanian untuk tidak takut terhadap para Firaun di zaman ini,” tulis Pezeshkian dalam pesannya, Rabu (27/5/2026).
Presiden Iran juga menambahkan bahwa umat Islam memahami bahwa terbukanya pintu pertolongan Ilahi bergantung pada persatuan, berpegang teguh pada tali Allah, dan perlawanan menyeluruh terhadap kubu kekufuran dan ketidakadilan.
"Republik Islam Iran, sembari mengulurkan tangan persaudaraan dan interaksi yang bermartabat kepada mereka, tidak akan membiarkan sedikit pun keraguan dalam menjaga setiap jengkal tanah suci ini dan melindungi kedaulatan nasionalnya, " tegasnya.
Teks Pesan Presiden Iran Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
“Daging dan darah hewan kurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.” (QS. Al-Hajj: 37)
Saya dengan tulus mengucapkan selamat atas datangnya Hari Raya Idul Adha; sebuah manifestasi agung dari penghambaan, fajar bercahaya pengorbanan, dan puncak ketundukan di hadapan Tuhan Yang Maha Esa, kepada bangsa Iran yang mulia dan seluruh umat besar Islam.
Idul Adha adalah simbol perjalanan sadar manusia untuk melampaui keterikatan duniawi dan menerima ujian-ujian besar demi mencapai cakrawala keselamatan yang terang. Sheikhul An-Biya dan Bapak Tauhid, Nabi Ibrahim Khalilullah as, pada hari agung ini mengajarkan kepada umat manusia bahwa iman sejati tidak diuji melalui ucapan, melainkan melalui keteguhan dalam menghadapi kesulitan terbesar, ketegaran dalam membela kebenaran, dan pengorbanan atas hal-hal yang paling dicintai demi kehendak Ilahi.
Hari ini, ajaran penting Idul Adha bagi bangsa besar Iran memiliki makna yang lebih nyata dan agung dibanding sebelumnya; di titik sejarah ketika tanah air tercinta kita berdiri menghadapi sanksi, serangan, dan berbagai tekanan zalim, makna Idul Adha tercermin dalam keteguhan keluarga para syuhada, keberanian para pejuang, dan kesabaran dan solidaritas luar biasa bangsa ini. Kita semua kini sedang meneladani Maktab Ibrahim, dan dengan keteguhan yang bijaksana, persatuan yang waspada, dan pengorbanan yang penuh perjuangan, berupaya menjaga kemerdekaan, kehormatan, dan keamanan negara.
Di dunia yang penuh gejolak saat ini, ketika api kezaliman, pendudukan, dan keserakahan para penguasa zalim terus berkobar, Idul Adha membawa pesan yang lantang tentang martabat, kebebasan, dan keberanian menghadapi “Firaun-Firaun” zaman modern.
Umat Islam mengetahui bahwa terbukanya pintu pertolongan Ilahi bergantung pada persatuan, berpegang teguh pada tali Allah, dan keteguhan bersama menghadapi barisan kekufuran dan ketidakadilan. Republik Islam Iran, sambil mengulurkan tangan persaudaraan dan interaksi yang bermartabat kepada mereka, tidak akan membiarkan sedikit pun keraguan dalam menjaga setiap jengkal tanah suci ini dan melindungi kedaulatan nasionalnya.
Sekali lagi, seraya menghormati hari raya besar ini, saya mengenang dan menghormati para pahlawan bangsa, para syuhada mulia dari perang yang dipaksakan ketiga, khususnya Imam Syahid Revolusi Islam, dan seluruh pejuang yang telah mengorbankan nyawa mereka demi keamanan dan kemuliaan Iran Islam. Saya memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar, di bawah naungan ketaatan dan keteguhan, kemenangan, ketenteraman, dan kemakmuran yang terus bertambah dianugerahkan kepada bangsa yang tak kenal lelah dan teguh ini. (RA)