Rusia Minta AS Tekan Teroris Agar Tinggalkan Aleppo
Menteri Luar Negeri Rusia dan Amerika Serikat melakukan pembicaraan telepon untuk membahas situasi di Aleppo, Suriah.
Kantor berita TASS melaporkan, Sergei Lavrov dalam pembicaraan telepon dengan John Kerry pada Rabu (14/12/2016) malam, meminta Washington untuk mengeluarkan para teroris dari Aleppo.
"Pemerintah Suriah sudah lama menyiapkan akses keluar yang aman untuk teroris yang terkepung di Aleppo, tapi mereka tidak mematuhi gencatan senjata di bawah pengaruh komandan Front al-Nusra," tegas Lavrov.
Rusia, ujarnya, meminta AS untuk mempengaruhi kelompok-kelompok teroris yang didukung oleh Washington.
Pada kesempatan itu, Lavrov dan Kerry juga menyoroti situasi kemanusiaan di Aleppo dan dukungan Moskow terhadap upaya pemerintah Damaskus untuk mengirimkan bantuan kepada warga Aleppo.
Kerry juga berkomitmen bahwa AS akan berbicara dengan kelompok-kelompok, yang menentang permintaan Dewan Keamanan PBB untuk segera memulai kembali perundingan intra-Suriah tanpa prasyarat.
Dalam pembicaraan Kamis lalu, Lavrov dan Kerry juga menekankan dukungan mereka untuk memulai perundingan terkait rencana penarikan diri teroris dari timur Aleppo.
Krisis Suriah dimulai sejak tahun 2011 setelah kelompok-kelompok teroris yang didukung Arab Saudi, AS dan sekutunya melancarkan serangan besar-besaran untuk menggulingkan pemerintah sah Suriah.
Pada Selasa lalu, militer Suriah berhasil membebaskan kota Aleppo setelah lima tahun diduduki oleh teroris. (RM)