Sikap Berbeda Korsel soal Korut
Bersamaan dengan berlanjutnya tensi politik di Korea Selatan usai pemakzulan Presiden Park Geun-hye, Soul mulai menunjukkan sikap berbeda terhadap Korea Utara.
Di kondisi ketika sejumlah laporan menunjukkan kesiapan Korea Selatan berunding dengan Pyongyang, Kantor Berita Yonhap mengkonfirmasi jet-jet tempur negara ini dipersenjatai dengan rudal jarak jauh untuk menghadapi Korea Utara.
Pemakzulan Presiden Park Geun-hye setelah ia dipanggil oleh parlemen negara ini memicu kekacauan politik dan kekosongan kekuasaan di Seoul. Saat Korsel menyatakan siap untuk berunding dengan Korut, di mana sebelumnya Seoul mensyaratkan segala bentuk perundingan dengan negara tetangganya ini dengan penutupan program rudal dan nuklir Pyongyang.
Ada asumsi bahwa kekosongan kekuasaan saat ini di Korea Selatan usai pemaksulan Park Geun-hye, elit politik dan bahkan sebagian kalangan dari partai berkuasa Saenuri menilai kondisi saat ini sebagai peluang tepat untuk menggulirkan pandangan mereka guna mengukur reaksi opini publik dan cendikiawan di Korea Selatan.
Oleh karena itu, sejumlah partai politik Korea Selatan dan kubu dari partai berkuasa mendukung perundingan tanpa syarat dengan Pyongyang. Namun begitu ada sebagian kelompok yang menghendaki peningkatan kemampuan operasi tempur negara ini dalam menghadapi ancaman potensial dari Pyongyang.
Sementara menurut sudut pandang Korea Utara, penutupan program nuklir negara ini sangat bergantung dengan diakhirinya kebijakan permusuhan Amerika Serikat terhadap Pyongyang dan kehadiran militer negara adidaya ini di Semenanjung Korea. Petinggi Korea Utara menilai kebijakan Amerika di Semananjung Korea provokatif dan ancaman bagi kepentingan nasionalnya. Oleh karena itu, Pyongyang melanjutkan program nuklir dan rudalnya untuk menghadapi ancaman potensial Amerika dan Korea Selatan.
Jika Mahkamah Konstitusi Korea Selatan setuju interpelasi Park Geun-hye di parlemen, maka negara ini harus menggelar pemilu dini. Kemungkinan besar sikap berbeda di kebijakan luar negeri Seoul khususnya terkait Korea Utara, kerjasama mendatang dengan pemerintah Amerika dan penempatan sistem rudal THAAD oleh partai Korsel, merupakan program untuk mengavaluasi reaksi rakyat Korea Selatan terhadap rencana-rencana tersebut.
Selain munculnya sikap beragam dan berbeda terhadap Korea Utara, salah satu kandidat yang memiliki potensi besar sebagai presiden Korsel, menuntut peninjauan ulang terhadap rencana penempatan sistem rudah THAAD Amerika di negara ini. (MF)