AS Klaim Berhasil Usir Daesh di Libya
-
Pasukan Libya
Militer AS telah secara resmi mengumumkan berakhirnya operasi di kota Sirte di Libya menyusul pembebasan kota pesisir itu dari cengkeraman kelompok teroris Takfiri Daesh (ISIS).
Washington memulai kampanye militernya di Libya - yang dikenal sebagai Operasi Odyssey Lightning - pada 1 Agustus, dengan dalih membantu pemerintah persatuan Libya melawan kelompok teroris.
"Komando Afrika Amerika Serikat mengakhiri operasi Odyssey Lightning pada 19 Desember menyusul pengumuman dari pemerintah Libya soal akhir operasi militer ofensif di Sirte," demikian disebutkan Pentagon dalam sebuah pernyataan, Selasa (20/12).
"Dalam kemitraan dengan Pemerintah Kemufaktan Nasional Libya (GNA), operasi berhasil mengusir Daesh (ISIS) dari Sirte," tambahnya.
Komando Afrika militer Amerika Serikat mengklaim bahwa AS telah melakukan total 495 serangan udara terhadap posisi Daesh di Libya sejak 1 Agustus.
Namun pemerintah persatuan Libya berulang kali mengecam kehadiran pasukan asing dan menilainya sebagai "pelanggaran" terhadap kedaulatan negara.
Pentagon merilis pengumuman itu tiga hari setelah Fayez al-Sarraj, pemimpin Pemerintah Kemufakatan Nasional Libya (GNA), dalam sebuah pidato televisi mengumumkan bahwa kota Sirte telah dikontrol penuh pasukan pemerintah.
Dia juga meminta semua faksi dan kekuatan militer untuk bersatu di bawah "satu kekuatan militer" seraya mengundang semua partai politik untuk bekerja sama untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi Libya.
Sirte, terletak 450 kilometer (280 mil) timur ibukota Tripoli, adalah kota kelahiran mantan diktator terbunuh, Muammar Gaddafi, dan benteng utama kelompok teroris selain di Irak dan Suriah.
Daesh, menguasai Sirte lebih dari setahun lalu dengan memanfaatkan kekacauan yang mencengkeram Libya sejak 2011.(MZ)