Lavrov Peringatkan AS untuk Berhenti Persenjatai Teroris Suriah
-
Lavrov dan Kerry
Kementerian Luar Negeri Rusia mengumumkan, Menlu Rusia dan Amerika Serikat melakukan pembicaraan telepon untuk membahas program perdamaian dan dampak-dampak mempersenjatai teroris di Suriah.
Kantor berita Reuters (27/12) melaporkan, Sergei Lavrov, Menlu Rusia, Selasa (27/12) dalam pembicaraan teleponnya dengan John Kerry, Menlu Amerika menegaskan, keputusan Washington mengurangi pembatasan dalam mempersenjatai teroris di Suriah mungkin saja menyebabkan jatuhnya semakin banyak korban di negara itu.
Sementara itu, Maria Zakharova, Juru Bicara Kemenlu Rusia mengatakan, keputusan Amerika mengurangi pembatasan dalam upaya mempersenjatai teroris di Suriah adalah langkah permusuhan terhadap pasukan pemerintah Suriah dan Kedubes Rusia di Damaskus.
Moskow menegaskan, pemerintahan Barack Obama telah mempermudah kemungkinan pengiriman rudal-rudal panggul kepada para teroris di Suriah.
Di sisi lain, Mark Toner, Jubir Kemenlu Amerika, Senin (26/12) mengklaim, Amerika tidak akan mengirim rudal-rudal panggung anti-pesawat kepada pemberontak Suriah.
Amerika sejak enam tahun lalu dengan berbagai cara memberikan dukungan dana dan senjata kepada para pemberontak yang ia sebut moderat di Suriah, untuk memerangi pasukan pemerintah Damaskus bersama para teroris. (HS)