Konfrontasi Perdagangan Cina-Uni Eropa
-
Anti Dumping
Menyusul keputusan Uni Eropa menerapkan bea cukai anti Dumping terhadap baja produksi Cina, Beijing menuding organisasi Eropa ini mengambil kebijakan mempersulit perdagangan internasional.
Gao Hucheng, menteri perdagangan Cina mengatakan, kebijakan Uni Eropa ini dilakukan untuk menciptakan penghalang di perdagangan internasional dan menimbulkan kerusakan serius.
Menteri perdagangan Cina juga menambahkan, langkah Uni Eropa melanggar undang-undang perdagangan global dan Beijing akan mengambil langkah yang diperlukan untuk membela secara adil hak-hak perusahaan negara ini.
Penerapan pajak anti Dumping oleh Uni Eropa terhadap baja Cina dilakukan padahal negara ini tercatat sebagai mitra perdagangan kedua terbesar bagi organisasi Eropa tersebut.
Konflik perdagangan Cina dan Uni Eropa setelah mencuatnya indikasi tensi perdagangan dan ekonomi antara Beijing dan Washington sangat mengkhawatirkan para petinggi Cina. Menurut pandangan Uni Eropa dan Amerika, salah satu kunci memajukan kebijakan internasional perdagangan Cina dan meningkatkan saham pasar perusahaan Beijing di berbagai negara adalah menerapkan kebijakan Dumbing atau penjualan murah komoditas.
Petinggi Eropa dan Amerika menuding perusahaan Cina menerapkan kebijakan menghapus rival di pasar berbagai negara dengan menjual produk murah sehingga negara ini memiliki saham lebih besar di pasar.
Menurut keyakinan kritikus Barat, kebijakan perdagangan internasional Cina dengan strategi Dumbing, negara ini dalam waktu singkat berhasil memulihkan diri melalui penjualan besar-besaran produk murah dan tanpa rival dan untuk jangka panjang Cina akan menaikkan harga produknya setelah seluruh rivalnya tersingkir.
Di kondisi seperti ini, Uni Eropa untuk menghadapi apa yang mereka sebut perang anti perdagangan Cina mulai menerapkan pajak dan bea cukai terhadap produk Cina yang masuk ke Eropa. Hal ini dilakukan untuk mengubah kondisi yang ada. pejabat Uni Eropa mengatakan, kebijakan penjualan dengan harga murah oleh perusahaan Cina di pasar Eropa merupakan sebuah ancaman di saat dampak krisis finansial beberapa tahun lalu masih membayangi perekonomi negara-negara anggota Uni Eropa. Sebaliknya ancaman ini akan mendorong industri dalam negeri mengalami kebangkrutan jika tidak ada upaya perlindungan terhadap industri nasional.
Oleh karena itu, Uni Eropa ketika menghadapi beragam masalah pengangguran dan protes buruh karena pengurangan gaji mulai menginstruksikan penerapan pajak terhadap produk Cina yang akan dimasukkan ke pasar Eropa demi mencegah maraknya masalah seperti ini.
Cina masih membutuhkan untuk mempertahankan saham yang mereka miliki saat ini di negara Eropa di penjualan baja atau produk lainnya ke benua ini demi mempertahankan atau menambah ekspor serta menaikkan laju ekonominya. Di sisi lain, Uni Eropa membutuhkan impor baja demi menggerakkan industrinya.
Kebutuhan timbal balik Cina dan Uni Eropa ini mendorong perundingan di antara mereka untuk mencapai keseimbangan dan kesepahaman tanpa keputusan negatif demi kepentingan ekonomi keduanya. (MF)