Strategi Trump di Asia Timur dan Kemarahan Cina
https://parstoday.ir/id/news/world-i32449-strategi_trump_di_asia_timur_dan_kemarahan_cina
Pemerintah Cina memperingatkan segala bentuk destabilisasi dan intervensi Amerika Serikat dalam urusan Laut Cina Timur.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Feb 06, 2017 11:16 Asia/Jakarta

Pemerintah Cina memperingatkan segala bentuk destabilisasi dan intervensi Amerika Serikat dalam urusan Laut Cina Timur.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Lu Kang memberikan respon terhadap pernyataan Menteri Pertahanan AS James Mattis, dan mengatakan Beijing meminta Washington untuk mengambil sikap yang bertanggung jawab serta tidak membuat persoalan lebih rumit dan menciptakan instabilitas di kawasan.

Mattis dalam sebuah statemen menegaskan komitmen AS dalam membela Jepang mempertahankan pulau-pulau yang disengketakan dengan Cina. Ia mengatakan bahwa berdasarkan pasal 5 perjanjian militer kedua negara, AS akan membela kedaulatan Jepang terhadap segala bentuk serangan potensial.

Cina terlibat sengketa teritorial dengan Jepang atas kepemilikan pulau-pulau Diaoyu di Laut Cina Timur. Jepang sendiri menyebut perairan sengketa itu sebagai Kepulauan Senkaku.

Dalam perjalanannya ke Seoul dan Tokyo, Mattis memaparkan kebijakan-kebijakan Presiden AS Donald Trump di wilayah Asia Timur. Kebijakan itu tidak berbeda jauh dengan pendekatan era pemerintahan Barack Obama.

Penegasan Mattis untuk melanjutkan kerjasama pertahanan dan keamanan dengan Korea Selatan dan khususnya dengan Jepang telah mengundang kekhawatiran serius Cina.

Seusai pertemuan dengan mitranya dari Jepang, Mattis mengatakan, "Kami ingin meningkatkan kapasitas yang ada untuk pengembangan aliansi antara Jepang dan AS menjadi beberapa kali lipat dan bertukar pandangan secara transparan terkait berbagai masalah yang ada."

"Jepang telah membuat kontribusi penting untuk keamanan regional dan aliansi, dan AS sangat menghargai kontribusi tersebut. Tapi jangan salah, dalam pertemuan saya dengan para pemimpin Jepang, kedua bangsa kita mengakui bahwa kita tidak boleh merasa puas dalam menghadapi tantangan yang muncul," tegas menhan AS.

AS telah mengintensifkan perang psikologis terhadap Cina. Hal ini ditandai dengan rencana AS untuk menempatkan sistem pertahanan rudal THAAD di Korea Selatan dan juga penekanan mereka untuk mempertahakan dan memperkuat perjanjian pertahanan bilateral dengan Jepang.

Kebijakan AS ini bertujuan untuk menangkal pengaruh ekonomi dan militer Cina di berbagai daerah strategis dunia. Bagian penting dari kemampuan AS dikonsentrasikan untuk melawan pengaruh Cina. Menurut Gedung Putih, strategi ini akan memperlambat atau merusak tren pertumbuhan ekonomi Cina dan pada akhirnya akan berdampak negatif pada kekuatan negara itu.

Cina menyadari dengan baik bahwa setelah berkurangnya peluang AS untuk campur tangan dalam urusan yang berhubungan dengan Laut Cina Selatan, Washington sekarang mengalihkan fokus kebijakan destabilisasinya ke Laut Cina Timur. Ketegangan di Laut Cina Selatan sedikit mereda setelah Cina berkomunikasi dengan beberapa negara yang terlibat sengketa di kawasan itu termasuk dengan Filipina.

Perseteruan Cina dan Jepang di Laut Cina Timur terus memanas dan tensi ketegangan kedua negara juga meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Washington melihat fenomena ini sebagai peluang untuk mempertajam perselisihan di antara Beijing dan Tokyo.

Pendekatan Trump terkait hubungan militer dan pertahanan menitikberatkan pada dua masalah. Pertama, AS bertekad mempertahankan kerjasama dengan sekutu-sekutunya di Asia Timur, karena hal ini akan meningkatkan pengaruh Washington dalam perkembangan keamanan di kawasan. Dan kedua, Trump ingin menyusun kerjasama itu melalui penjualan sistem rudal dan perlengkapan militer sehingga AS bisa meraup keuntungan ekonomi yang lebih besar. (RM)