Trump Diperingatkan Atas Upayanya Melabel IRGC Sebagai Organisasi Teroris
-
Trump
Pemerintah dan Departemen Pertahanan AS telah memperingatkan Presiden Donald Trump atas upayanya melabel Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) sebagai organisasi teroris.
Gedung Putih mempertimbangkan pelabelan IRGC - pasukan keamanan elit Iran - dan Ikhwanul Muslimin Mesir sebagai "Organisasi Teroris Asing," demikian dikatakan pejabat AS kepada CNN.
Namun Trump tidak menandatangani perintah eksekutif dalam masalah ini setelah badan keamanan nasional AS memperingatkan presiden tentang konsekuensi dari langkah tersebut.
Presiden Trump dijadwalkan menandatangani perintah eksekutif soal IRGC pada hari Senin selama kunjungannya ke kantor pusat Komando Sentral AS (CENTCOM) di Tampa, Florida, namun rencana itu ditunda setelah pemerintah dan departemen pertahanan menyatakan "keberatan serius."
CENTCOM menangani isu-isu di Timur Tengah, Afrika Utara, dan Asia Tengah, terutama Afghanistan dan Irak.
Para pejabat mengatakan Trump telah diberi informasi bahwa menunjuk IRGC sebagai organisasi teroris akan menciptakan masalah serius bagi Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi, yang menerima bantuan militer AS dan IRGC dalam perjuangannya melawan kelompok teroris Daesh.
Sementara itu, menurut sejumlah laporan, beberapa pejabat pemerintahan Trump telah menerima uang dari kelompok teroris anti-Iran Mujahidin-e Khalq Organization (MKO) untuk berpidato dalam mendukung kelompok teroris itu.
Sekretaris transportasi Trump, Elaine Chao, menerima 50.000 dolar pada 2015 untuk lima menit pidato di pertemuan sayap politik MKO, yang telah melakukan banyak serangan teroris terhadap warga sipil dan pejabat pemerintah Iran selama tiga dekade terakhir.