Iran, Rusia dan Turki Sepakat Bentuk Pengawas Gencatan Senjata Suriah
https://parstoday.ir/id/news/world-i33040-iran_rusia_dan_turki_sepakat_bentuk_pengawas_gencatan_senjata_suriah
Delegasi Iran, Rusia dan Turki sebagai tiga negara penggagas dialog Suriah-Suriah dalam pertemuan Astana III, sepakat untuk membentuk sebuah komite operasi pengawasan atas pelaksanaan gencatan senjata di Suriah.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Feb 17, 2017 11:16 Asia/Jakarta
  • Astana, Kazakhstan
    Astana, Kazakhstan

Delegasi Iran, Rusia dan Turki sebagai tiga negara penggagas dialog Suriah-Suriah dalam pertemuan Astana III, sepakat untuk membentuk sebuah komite operasi pengawasan atas pelaksanaan gencatan senjata di Suriah.

IRNA (17/2) melaporkan, pertemuan yang digelar hari Kamis (16/2) di Astana, Kazakhstan itu, selain dihadiri oleh delegasi tiga negara penanggungjawab dan penjamin gencatan senjata menyeluruh, juga oleh delegasi pemerintah dan pemberontak bersenjata Suriah, pemerintah Kazakhstan sebagai tuan rumah, PBB dan utusan pemerintah Yordania serta Amerika Serikat.

Alexander Lavrentiev, Utusan Presiden Rusia untuk Suriah dan Kepala Delegasi Rusia, terkait tidak dirilisnya pernyataan bersama akhir pertemuan itu mengatakan, isi pernyataan yang sudah disusun dalam banyak hal sama dengan pernyataan pertemuan sebelumnya pada 24 Januari 2017 lalu. Oleh karena itu diputuskan dalam pertemuan Astana III, dibahas sejumlah masalah terbatas secara detail.

Petinggi Rusia itu menekankan, dokumen-dokumen terkait komite operasi pengawasan gencatan senjata, setelah final akan diterima oleh seluruh pihak termasuk pemerintah Suriah dan pemberontak bersenjata negara itu.

Dalam perundingan Astana yang diprakarsai Turki, Rusia dan Iran yang sudah dilakukan sebanyak tiga kali itu. untuk pertama kalinya, perwakilan pemerintah Suriah dan beberapa kelompok pemberontak bersenjata penandatangan perjanjian gencatan senjata menyeluruh di Suriah, melakukan perundingan.

Pertemuan Astana III yang digelar untuk menentukan mekanisme pengawasan gencatan senjata dan pembentukan tim kerja penyusun undang-undangan dasar baru Suriah itu dilaksanakan Kamis (16/2). (HS)