Mayoritas Warga Rusia Tolak Berbaikan dengan Turki
Mayoritas warga Rusia menentang pemulihan hubungan diplomatik dengan Turki setelah menambak jatuh jet tempur Rusia pada November 2015.
Menurut jajak pendapat VTsIOM, sebesar 63 persen responden berpikir bahwa Rusia tidak perlu membatalkan sanksi anti-Turki yang diberlakukan menyusul insiden tersebut.
Hanya 21 persen responden mengatakan bahwa Moskow harus membatalkan sanksi itu.
78 persen warga Rusia menentang segala bentuk kompromi dengan Turki kecuali otoritas Ankara secara resmi meminta maaf atas insiden itu. Hanya 11 persen responden mengatakan bahwa Rusia harus memulihkan hubungan dengan Turki bahkan jika Ankara tidak meminta maaf.
Jajak pendapat juga menemukan mayoritas responden percaya bahwa Turki sangat terpukul atas berlanjutnya sanksi Rusia, sementara 35 persen mengatakan kedua pihak dirugikan akibat konflik tersebut.
Jet tempur Rusia, Su-24 ditembak jatuh oleh militer Turki di perbatasan negara itu dengan Suriah pada 24 November 2015. Insiden itu mengundang kemarahan para pejabat Rusia dan diikuti oleh paket sanksi ekonomi terhadap Turki.
Jajak pendapat ini dilakukan pada tanggal 6-7 Februari, dengan 1.600 responden dari 46 wilayah Rusia. (RM)