Nasib Buruk Imigran di Jerman
https://parstoday.ir/id/news/world-i34042-nasib_buruk_imigran_di_jerman
Pemerintah Jerman semakin meningkatkan represinya terhadap para imigran. Dalam hal ini Menteri Dalam Negeri Jerman, Thomas de Maiziere mendukung pembangunan pembatas di wilayah perbatasan Eropa untuk meningkatkan kontrol perbatasan.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Mar 07, 2017 11:46 Asia/Jakarta

Pemerintah Jerman semakin meningkatkan represinya terhadap para imigran. Dalam hal ini Menteri Dalam Negeri Jerman, Thomas de Maiziere mendukung pembangunan pembatas di wilayah perbatasan Eropa untuk meningkatkan kontrol perbatasan.

Thomas de Maiziere meminta negara-negara Uni Eropa memperketat kontrol perbatasan Eropa. Terkait hal ini de Maiziere mengatakan, “Pembangunan pembatas merupakan solusi efektif untuk menanggulangi masuknya imigran gelap, lalu lalang perbatasan dan aksi-aksi kriminal.”

 

Dengan demikian setelah Hongaria, Jerman tercatat sebagai negara kedua Eropa yang mendukung pembangunan pembatas untuk mencegah masuknya imigran ke Eropa.

 

Rezai, pengamat politik mengatakan, “Usulan mendagri Jerman terkait pembangunan pembatas di perbatasan Eropa dengan tujuan mengontrol perbatasan guna mencegah masuknya imigran dan pengungsi ke negara Eropa, sejatinya tuntutan untuk meningkatkan represi Jerman seperti negara Eropa lainnya terhadap imigran yang akan memasuki Eropa.”

 

Lebih lanjut Rezai mengatakan, “Dalam hal ini , Kanselir Jerman Angela Merkel di lawatan terbarunya ke Afrika utara menggulirkan proposal pembanguna kamp-kamp penampuan pengungsi di sejumlah negara Afrika utara seperti Mesir, Tunisia dan Libya. Di kamp ini para pengungsi dari Suriah atau Libya yang ingin ke Eropa ditampung hingga kondisi negara mereka stabil. Berdasarkan prakarsa Merkel yang disebut rencana Marshal oleh Antonio Tajani, ketua parlemen Eropa, negara-negara yang bersedia menampung pengungsi dijanjikan diberi konsesi sebagai imbalan atas kesedian mereka menampung para pengungsi.

 

Lebil lanjut Rezai mengungkapkan, .”..Meski pada awalnya dinilai bahwa prakarsa Merkel bagi negara Afrika utara setelah kesepakatan relatif sebelumnya antara Berlin dan Ankara terkait penampungan pengungsi di kamp Turki, namun prakarsa kanselir Jerman ini  menunjukkan bahwa Berlin dan Ankara mencapai kebuntuan di kesepakatan mereka. Sejatinya rencana baru mendagri Jerman membangun pembatas di perbatasan Eropa untuk mencegah masuknya imigran dapat dicermati dalam kasus ini. Sejatinya Jerman di samping negara Eropa lainnya tengah mengejar kebijakan ketat terkait para pengungsi.”

 

Sepertinya prakarsa Merkel membangun kamp pengungsi di negara Afrika utara untuk mencegah masuknya imigran ke Jerman dan negara Eropa lainnya serta gagasan mendagri Jerman membangun pembatas di perbatasan Eropa ditujukan untuk menarik simpati dan kepuasan para kritikus dalam negeri dan Eropa.

 

Isu ini sangat penting di dalam negeri Jerman, karena isu imigran menempati posisi atas di agenda pemilu parlemen negara ini yang rencananya digelar 24 September 2017.

 

Krisis imigran di Eropa merupakan hasil dari intervensi Barat di Timur Tengah dan Afrika Utara melalui dukungan mereka kepada para teroris. Barat seharusnya lebih fokus pada isu-isu seperti perang yang memaksa warga sipil mengungsi dan menangani krisis peran ini ketimbang menggulirkan gagasan seperti pembangunan pembatas atau membangun kamp pengungsi. (MF)