Perusahaan Jerman Kesulitan Lakukan Investasi di Iran
-
Bank Jerman
Kelompok industri gas Jerman, Linde, menyatakan telah mengaktifkan kembali kontrak kerjasama dengan Iran namun tidak dapat melanjutkan aktivitasnya karena masalah perbankan yang menghalangi transfer dana ke luar negeri.
Linde - yang sebelumnya dilaporkan akan mempertimbangkan investasi besar di industri petrokimia Iran - mengumumkan bahwa mereka harus mencari cara untuk mentransfer uang ke luar negeri sebelum melanjutkan rencana investasinya di Iran.
"Kami telah menandatangani kontrak engineering untuk sejak tahun lalu namun sistem perbankan harus diperbaiki terlebih dahulu sebelum kami dapat mulai melaksanakan kontrak tersebut," kata Kepala Eksekutif Kantor Linde, Aldo Belloni, pada Kamis (09/3/2017).
Pada bulan Februari 2016, Perusahaan Petrokimia Nasional Iran mengumumkan bahwa Linde dan Mitsui Chemicals Jepang merencanakan investasi sebesar empat miliar dolar pada industri petrokimia Iran.
Investasi oleh perusahaan itu diharapkan akan mengembangkan di zona energi Assaluyeh, Iran.
Linde sebelumnya pada tahun 2015 mengumumkan merencanakan investasi dalam proyek-proyek pencairan gas di Iran.
Pejabat eksekutif Linde disertai Menteri Ekonomi Jerman, Sigmar Gabriel, dalam kunjungan ke Tehran Juli lalu membahas investasi dan transfer teknologi.
Selama kunjungan itu, Linde membuka kantor di Tehran, ibukota Iran, setelah absen beberapa tahun akibat dari sanksi yang dipimpin AS terhadap investasi asing di sektor industri minyak Iran.(MZ)