Pemerintah Korsel Tetap Aktif Meski Tanpa Presiden Park
-
Presiden termaksulkan Korsel, Park Geun-hye
Juru bicara pemerintah pemerintah Korea Selatan menyatakan, Seoul melakukan upaya terbaik menjaga urusan negara tetap stabil setelah pemakzulan presiden Park Geun-hye
Hal itu dikemukakan dalam surat yang ditujukan kepada koresponden asing di Korea dan lebih dari 400 jurnalis yang pernah berkunjung ke negara itu.
Park diberhentikan sebagai presiden pada Jumat setelah Mahkamah Konstitusi menyetujui pemakzulannya atas keterlibatannya dalam skandal korupsi besar.
Menghadapi situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya yang mencakup pelengseran presiden, Korea Selatan mempertahankan aktivitas seluruh menteri dan lembaga negara di bawah kepemimpinan Penjabat Presiden dan Perdana Menteri (Hwang Kyo-ahn).
Kementerian mengeluarkan surat berbahasa Inggris dan Korea kepada media lokal pada Ahad (12/3/2017).
Pemerintah juga berjanji terus siap siaga memperketat keamanan guna menghadapi kemungkinan adanya provokasi Korea Utara, dan memastikan pasar uang dan valuta asing tetap stabil.
Seoul akan "secara adil dan transparan mengelola pemilihan presiden selanjutnya" dan melakukan upaya khusus untuk membantu transisi "sesuai dengan prosedur demokratis sehingga pemerintahan selanjutnya bisa menjalankan tugas dengan cara stabil," kata juru bicara pemerintah Korea Selatan.
Berdasar hukum, Korea Selatan harus menggelar pemilu untuk memilih pengganti Park dalam 60 hari, dan pemilihan umum diperkirakan berlangsung 9 Mei.(MZ)