Demokrat Ancam Tutup Pemerintah Amerika
-
Chuck Schumer
Anggota Partai Demokrat di Kongres Amerika Serikat mengancam akan melancarkan "shutdown" jika biaya pembangunan tembok perbatasan dengan Meksiko dimasukkan ke dalam anggaran nasional baru.
Situs berita Washington Examiner, Selasa (14/3) melaporkan, Chuck Schumer, Pemimpin minoritas Demokrat di Senat Amerika mengatakan, anggota Partai Demokrat tidak akan memberikan suaranya atas draf anggaran pemerintah yang rencananya akan disampaikan bulan depan jika masih mencantumkan biaya pembangunan tembok perbatasan dengan Meksiko.
Menurut laporan itu, Schumer, Senin (13/3) memperingatkan Senat dan mengatakan, jika biaya semacam ini dipaksakan masuk dalam draf anggaran, itu tidak tepat dan kubu Republik harus mencegah supaya pemerintah federal tidak tutup.
Washington Examiner menulis, Pemimpin minoritas Demokrat di Senat memperingatkan, jika biaya pembangunan tembok di perbatasan Meksiko tetap dimasukkan dalam anggaran nasional, secara konstitusi kubu Demokrat sudah menggunakan strategi berlawanan yang disebut Poison Pill (pil beracun) dan tidak akan memberikan suaranya.
Schumer melanjutkan, Presiden Donald Trump menginginkan sebuah tembok, namun ia tidak menjawab sejumlah banyak pertanyaan terkait hal ini.
Anggaran pemerintah federal Amerika akan habis masanya pada 28 April 2017 dan kubu Republik dalam mendukung pengesahan anggaran baru dan untuk menghindari politik "filibuster", memerlukan setidaknya delapan suara Demokrat.
Washington Examiner menambahkan, kubu Demokrat pada Senin (13/3) mengirim surat kepada Mitch McConnel, Pemimpin mayoritas Republik di Senat dan meminta kerja sama dalam masalah anggaran pemerintah federal, akan tetapi ia memperingatkan, jika anggaran itu tetap memasukkan biaya pembangunan tembok perbatasan Meksiko, maka akan menolaknya.
Dengan tidak disahkannya draf anggaran pemerintah federal di Kongres, Amerika, institusi-institusi pemerintah negara itu tidak bisa melanjutkan aktivitas dan memberikan pelayanannya atau yang lebih dikenal dengan kondisi shutdown. (HS)