Sekjen PBB Sesalkan Meningkatnya Perdagangan Manusia
Sekjen PBB menyesalkan peningkatan perdagangan manusia akibat konflik-konflik bersenjata yang terjadi di dunia.
Kantor berita Xinhua (16/3) melaporkan, Antonio Guterres, Sekjen PBB dalam sidang Dewan Keamanan menegaskan, untuk mencabut akar pedagangan manusia di dunia, masyarakat internasional harus memerangi faktor-faktor tersembunyi yang menciptakan dan menumbuhkan fenomena buruk ini.
Sekjen PBB menerangkan, pihak yang paling rentan dan banyak menjadi korban perdagangan manusia adalah perempuan, anak-anak, pengungsi dan imigran.
"Dengan memperkuat independensi perempuan lewat pendidikan, pembelaan atas hak-hak minoritas etnis dan agama, dan menciptakan kanal-kanal imigrasi yang legal dan aman, kasus perdagangan manusia dapat diperangi secara serius," paparnya.
Guterres juga mengatakan bahwa kasus perdagangan manusia saat ini terjadi di 160 negara dunia.
Ia menambahkan, berdasarkan data Organisasi Buruh Internasional, ILO, 21 juta orang di dunia menjadi korban kerja paksa dan eksploitasi manusia.
Sekjen PBB menuturkan, terjadinya konflik-konflik bersenjata di dunia membuka peluang peningkatan kasus perdagangan manusia, dan kelompok-kelompok teroris seperti Daesh dan Boko Haram marak membuka pasar-pasar penjualan budak. (HS)