Perang Media Rusia dan Amerika
https://parstoday.ir/id/news/world-i34762-perang_media_rusia_dan_amerika
Duma Rusia mendukung draf usulan terkait penyidikan media-media Amerika Serikat yang beraktivitas di Moskow. Penyidikan ini akan ditangani komite teknologi, informasi dan telekomunikasi Duma. Proses ini akan menyelidiki apakah CNN, VOA, Radio Bebas dan seluruh media Amerika aktivitasnya telah sesuai dengan undang-undang Rusia? Patut dicatat bahwa seluruh media asing yang aktif di Rusia berada di bawah pengawasan Departemen Luar Negeri Rusia.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Mar 20, 2017 12:36 Asia/Jakarta
  • Perang Media Rusia dan Amerika

Duma Rusia mendukung draf usulan terkait penyidikan media-media Amerika Serikat yang beraktivitas di Moskow. Penyidikan ini akan ditangani komite teknologi, informasi dan telekomunikasi Duma. Proses ini akan menyelidiki apakah CNN, VOA, Radio Bebas dan seluruh media Amerika aktivitasnya telah sesuai dengan undang-undang Rusia? Patut dicatat bahwa seluruh media asing yang aktif di Rusia berada di bawah pengawasan Departemen Luar Negeri Rusia.

Sepertinya perang media antara Rusia dan Amerika memasuki babak baru dengan diratifikasinya rencana penyidikan terkait mekanisme aktivitas media-media Amerika Serikat di Rusia. Sejatinya rencana ini merupakan balas dendam atas langkah Amerika menyelidiki televisi Russia today.

 

Selama beberapa bulan terakhir seiring dengan tudingan intervensi cyber Moskow di pemilu presiden terbaru di Amerika, represi terhadap media-media Rusia di negara ini semakin meningkat. Dalam hal ini, Jeanne Shaheen, senator Amerika menggulirkan prakarsa bahwa Departemen Kehakiman Amerika diberi wewenang melakukan penyidikan terkait potensi pelanggaran undang-undang negara ini oleh jaringan televisi Russia today.

 

Shaheen, senator dari kubu Demokrat berdasarkan dokumen analisa lembaga intelijen Amerika menyatakan bahwa televisi Russia today merupakan bagian dari upaya Rusia menebar pengaruh dan intervensi di pilpres Amerika. Sementara itu, Kremlin dan Russia today menolak keras tudingan tersebut. Sebaliknya pejabat Rusia berulang kali mengkritik intervensi langsung Barat di pemilu Moskow.

 

Sejatinya negara-negara Barat khususnya Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa di sejumlah pemilu terbaru Rusia secara langsung memasuki perang kampanye dan media anti pemerintah Moskow dan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Bagaimana pun juga munculnya tensi di hubungan Rusia dan Barat selama tiga tahun terakhir, mengingat krisis Ukraina, mendorong Washington mengorganisir upaya besar-besaran di dalam negari Moskow untuk melemahkan Kremlin dan menyebarkan nilai-nilai serta budaya Barat di negara ini.

 

Amerika di perang propaganda dan syaraf terhadap pemerintah Moskow fokus pada dua sektor vital, yakni aktivitas media dan dukungan terhadap organisasi swadaya masyarakat Rusia yang memiliki kecenderungan Barat demi menyebarkan nilai-nilai Barat khususnya demokrasi yang mereka inginkan.

 

Media Barat seperti Radio Bebas, VOA dan CNN juga aktif mempengaruhi opini publik di Rusia melalui siaran mereka. Pejabat Moskow sejak lama memprotes intervensi langsung Barat di urusan internal Rusia yang senantiasa mendorong rakyat negara ini untuk membangkang atau memprovokasi rakyat Rusia menggelar demonstrasi anti pemerintah pusat. Rusia menilai langkah seperti ini ditujukan untuk menggulingkan pemerintah Moskow.

 

Dalam koridor ini, Amerika serta Uni Eropa berulang kali melontarkan statemen dan langkah intervensif di urusan internal Rusia dan kini proses tersebut masih berlanjut. Dengan demikian harus dikatan bahwa meski Amerika kini mengklaim menjadi target seranyan cyber Rusia dan aktivitas media Moskow, untuk mempengaruhi proses politik di negara ini, namun Washington sendiri tercatat sebagai faktor paling besar di proses intervensi politik internal Moskow termasuk memanfaatkan medianya seperti VOA, Radio Bebas dan CNN. (MF)