Trump Kembali Menolak JCPOA
Berbeda dengan sikap negara-negara Barat, Presiden kontroversial Amerika kembali menolak JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif).
Donald Trump, Presiden Amerika Senin kemarin (20/3) saat bertemu dengan Haider al-Ebadi, Perdana Menteri Irak di New York menyatakan bahwa sebab penandatanganan JCPOA oleh Barack Obama, mantan Presiden Amerika baginya masih ambigu dan pada akhirnya ia akan memahami juga alasannya.
Donald Trump sebelumnya dalam wawancara dengan surat kabar Sunday Times Inggris mengatakan, "Saya tidak puas dengan kesepakatan nuklir dengan Iran dan itu merupakan kesepakatan paling buruk yang pernah terjadi."
Pernyataan Trump ini disampaikannya saat Yukiya Amano, Dirjen Badan Energi Atom Internasional (IAEA) pada hari Senin kembali menyebut JCPOA sebuah kesepakatan bernilai bagi masyarakat internasional. Ia menegaskan, "Hingga kini, Iran masih komitmen dengan seluruh janjinya terkait nota kesepakatan."
Negara-negara Eropa juga masih terus mendukung kesepakatan nuklir dengan Iran pasca diakuinya Iran masih komitmen dengan janjinya oleh IAEA, PBB dan Dewan Keamanan PBB.
Kesepakatan nuklir Iran yang disebut JCPOA ditandatangani di Wina pada 14 Juli 2015 oleh Republik Islam Iran dan negara-negara kelompok 5 + ! seperti Amerika, Rusia, Inggris, Perancis, Cina dan Jerman.