Hubungan Inggris-Amerika Tegang
https://parstoday.ir/id/news/world-i34820-hubungan_inggris_amerika_tegang
Christopher Meyer, mantan duta besar Inggris di Amerika Serikat meminta Washington meminta maaf secara resmi menyusul statemen presiden Amerika anti London.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Mar 21, 2017 17:05 Asia/Jakarta
  • Hubungan Inggris-Amerika Tegang

Christopher Meyer, mantan duta besar Inggris di Amerika Serikat meminta Washington meminta maaf secara resmi menyusul statemen presiden Amerika anti London.

Saat diwawancarai CNN, Meyer seraya mengisyaratkan bahwa Washington sampai kini belum meminta maaf secara resmi kepada London karena tudingan tak berdasar dan melecehkan anti Badan intelijen komunikasi Inggris (GCHQ) menekankan, “Tidak ada justifikasi untuk tudingan sia-sia seperti ini.”

 

Mantan dubes Inggris di AS juga menyebut tudingan yang dilontarkan Presiden Donald Trump anti London sebagai faktor yang memperumit hubungan kedua negara.

 

Sebelumnya, Donald Trump memicu kontroversi dengan menyatakan mantan Presiden Barack Obama telah menyadapnya selama tahap akhir kampanye presiden 2016. Presiden dari Partai Republik ini tidak memberikan bukti atas tuduhannya yang disebut oleh juru bicara Obama sebagai tuduhan palsu. Tak hanya itu, Trump juga menyatakan bahwa Obama bekerjasama dengan GCHQ saat menyadap teleponnya.

 

Pejabat keamanan Inggris membantah jika agen mata-mata Inggris telah 'menguping' Donald Trump selama dan setelah pemilu presiden Amerika Serikat (AS) tahun lalu. Pernyataan ini menyangkal tuduhan seorang analis televisi AS.

 

GCHQ memiliki hubungan dekat dengan NSA, serta dengan instansi penyadapan dari Australia, Kanada dan Selandia Baru dalam konsorsium yang disebut "Lima Mata." Pejabat Inggris mengatakan bahwa di bawah hukum Inggris, GCHQ hanya bisa mengumpulkan data intelijen untuk tujuan keamanan nasional dan mencatat bahwa pemilihan AS jelas tidak memenuhi kriteria.

 

Sementara itu, komisi penyidik Senat Amerika juga menyebut klaim Trump terkait tindakan Obama memata-matai dirinya tidak berdasar. (MF)