Perundingan Rusia dengan Taliban
https://parstoday.ir/id/news/world-i35396-perundingan_rusia_dengan_taliban
Duta Besar Rusia untuk NATO, Alexander Grushko mengkonfirmasi perundingan negaranya dengan kelompok Taliban Afghanistan.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Apr 02, 2017 10:14 Asia/Jakarta
  • Perundingan Rusia dengan Taliban

Duta Besar Rusia untuk NATO, Alexander Grushko mengkonfirmasi perundingan negaranya dengan kelompok Taliban Afghanistan.

"Rusia melakukan kontak dengan Taliban untuk mendorong mereka ke arah rekonsiliasi nasional Afghanistan, di mana sejalan dengan prinsip-prinsip yang disepakati dalam kerangka resolusi Dewan Keamanan PBB," ujarnya dalam sebuah pernyataan.

Grushko menegaskan bahwa prinsip-prinsip itu adalah menghormati Konstitusi Afghanistan, mengakhiri pertempuran bersenjata, dan memutuskan hubungan dengan Al Qaeda dan organisasi teroris lainnya.

Ia juga membantah klaim yang disampaikan oleh Panglima Pasukan NATO di Eropa, Curtis Scaparrotti yang secara khusus menuduh Moskow mendukung dan memasok senjata ke Taliban.

"Kami marah dengan tuduhan Scaparrotti dan kita akan mengangkat masalah ini dalam pertemuan Dewan NATO-Rusia," tegas Grushko.

Perundingan Moskow dengan Taliban dan keterlibatan Rusia dalam proses perdamaian di Afghanistan telah menciptakan masalah tertentu dalam menjaga hubungannya dengan pemerintah Kabul.

Rusia pernah menggelar pertemuan trilateral di Moskow pada Desember 2016 dengan dihadiri oleh oleh Cina dan Pakistan untuk membahas proses perdamaian di Afghanistan. Pertemuan itu sendiri tidak melibatkan pemerintah Kabul.

Para pejabat Afghanistan mengkritik keras kebijakan yang diambil oleh Rusia dan menyuarakan kemarahannya. Untuk menutupi kesalahan tersebut, Moskow kemudian menyelenggarakan pertemuan segi enam dengan mengundang pemerintah Kabul pada Februari lalu.

Rusia tampaknya mengadopsi kebijakan ambigu dalam menyikapi perkembangan di Afghanistan dan kali ini juga mengakui perundingan yang mereka lakukan dengan Taliban.

Di pihak lain, Amerika Serikat memanfaatkan situasi itu untuk melontarkan kritikan terhadap Rusia dalam konteks rivalitas kedua kekuatan di Afghanistan.

Menteri Pertahanan AS James Mattis dalam pertemuan di Markas NATO di Brussels pada Februari lalu, mengatakan bahwa AS prihatin dengan kehadiran Rusia di Afghanistan dan interaksinya dengan kelompok Taliban.

Pemerintah Kabul juga menyatakan kekhawatiran atas kebijakan Moskow yang tidak transparan dalam menyikapi proses perdamaian di Afghanistan. Namun, para pengamat berpendapat bahwa pengakuan Rusia terkait perundingan dengan Taliban dan undangan kepada pemerintah Afghanistan untuk menghadiri konferensi perdamaian di Moskow, dapat menjadi sebuah langkah untuk membangun kepercayaan.

Konferensi perdamaian Afghanistan dijadwalkan akan kembali digelar di Moskow pada 14 April mendatang. (RM)