Rusia Ijinkan Penyelidik Internasional untuk Meninjau Pangkalan Udara Suriah
https://parstoday.ir/id/news/world-i35942-rusia_ijinkan_penyelidik_internasional_untuk_meninjau_pangkalan_udara_suriah
Rusia mengatakan pihaknya siap mengijinkan penyelidik mengakses pangkalan udara Suriah menyusul klaim pemerintah Suriah dituding melakukan “serangan kimia.”
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Apr 12, 2017 15:29 Asia/Jakarta
  • Shayrat
    Shayrat

Rusia mengatakan pihaknya siap mengijinkan penyelidik mengakses pangkalan udara Suriah menyusul klaim pemerintah Suriah dituding melakukan “serangan kimia.”

Setidaknya 86 orang tewas di kota Khan Shaykhun di Suriah pekan lalu dalam apa yang diklaim sebagai serangan kimia yang dilakukan oleh pemerintah Suriah. Damaskus membantah tuduhan itu dan mengatakan bahwa gudang senjata kimia yang dimiliki oleh militan oposisi pemerintah menjadi target serangan udara konvensional militer Suriah.

 

Namun negara-negara Barat bersikeras Damaskus berada di balik serangan itu, dan Amerika Serikat menarget pangkalan udara Suriah yang diklaim sebagai sumber peluncuran serangan gas kimia. Militer AS meluncurkan rudal terhadap pangkalan udara Shayrat di provinsi Homs, Suriah pada Jumat, dan mengatakan serangan itu dilakukan sebagai pembalasan atas “serangan kimia” 4 April.

 

Rusia, yang melancarkan serangan udara ke Suriah atas ijin Damaskus, membantah bahwa pemerintah Suriah menggunakan senjata kimia.

 

Iran, sekutu Suriah lain, telah mengusulkan bahwa imparsial akan diluncurkan ke dalam tuduhan.

 

Pada Selasa (11/4/2017), Kolonel Jenderal, Sergey Rudskoy, kepala Staf Umum Operasi Rusia, mengatakan Moskow akan mengijinkan penyelidik internasional untuk meninjau pangkalan tersebut.

 

“Para ahli menyadari bahwa tidak mungkin untuk menyembunyikan jejak senjata kimia,” kata Kolonel Jenderal Rudskoy.

 

Ditambahkannya, pemerintah Suriah, juga siap memberikan ijin kepada ahli dari Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) ke pangkalan militer Suriah itu.

 

Pejabat militer Rusia juga mengatakan pemerintah Suriah tidak memiliki senjata kimia.(MZ)