"Sekak Mati" AS dan Saudi untuk Iran
https://parstoday.ir/id/news/world-i36352-sekak_mati_as_dan_saudi_untuk_iran
James Mattis, Menteri Pertahanan Amerika Serikat dalam jumpa pers di Riyadh, Arab Saudi setelah bertemu dengan sejawatnya dari negara itu mengatakan, tim Presiden Donald Trump saat ini tengah bekerja untuk "mensekak mati" Iran dengan cara memperkuat koordinasi dengan Arab Saudi dan sekutu-sekutu Amerika yang lain.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Apr 20, 2017 13:37 Asia/Jakarta
  • James Mattis dan Salman
    James Mattis dan Salman

James Mattis, Menteri Pertahanan Amerika Serikat dalam jumpa pers di Riyadh, Arab Saudi setelah bertemu dengan sejawatnya dari negara itu mengatakan, tim Presiden Donald Trump saat ini tengah bekerja untuk "mensekak mati" Iran dengan cara memperkuat koordinasi dengan Arab Saudi dan sekutu-sekutu Amerika yang lain.

James Mattis mengklaim, Iran berperan dalam menciptakan instabilitas di kawasan Timur Tengah atau Asia Barat dan pengaruh negara ini harus dilawan sehingga solusi atas krisis Yaman lewat perundingan dengan mediasi PBB dapat ditempuh.

Statemen Mattis bukan hal baru, pejabat pemerintah Amerika baik dari Partai Republik maupun Demokrat, sejak kemenangan Revolusi Islam Iran dan berdirinya pemerintahan Republik Islam berhasil memutus tangan Amerika di Iran, kerap mengeluarkan statemen-statemen ancaman semacam ini. Oleh karena itu, permusuhan kekuatan-kekuatan dunia terutama Amerika terhadap rakyat Iran sama sekali tidak perlu diragukan, karena permusuhan mereka di berbagai periode pemerintahan negara itu dengan beragam motifnya, terus berlanjut.

Meski demikian, tujuan pejabat pemerintah Amerika saat ini sepertinya adalah memberikan sinyal-sinyal perubahan dalam kebijakan Amerika terkait Iran. Sebagaimana disampaikan James Mattis terkait perundingannya di Riyadh, Washington dan Riyadh mencapai kesepakatan untuk bekerjasama dalam mengadapi Iran.

Mattis menuturkan, kita sebenarnya harus melakukan sesuatu dan memperkuat perlawanan Saudi, dan sebagaimana kita bekerja dengan pihak lainnya sebagai mitra, kita juga harus bekerjasama dengan anda dan militer negara anda lebih efektif. Statemen dan klaim Menteri Pertahanan Amerika di Riyadh disampaikan padahal setiap masalah yang muncul di kawasan dan di manapun ada perang, mulai dari Asia hingga Eropa dan Afrika juga Amerika Latin, kita dapat menemukan jejak Amerika di sana.

Strategi Amerika di kawasan juga jelas. Strategi ini tidak begitu berbeda dengan yang diterapkan negara itu sebelum era Donald Trump. Amerika tetap memperhitungkan keuntungan penjualan senjatanya ke negara-negara Arab di kawasan dengan dalih untuk menghadapi ancaman-ancaman yang dibuatnya sendiri. Al Saud seperti biasa terus melakukan pembelian besar-besaran senjata dengan dolar-dolarnya guna menyelamatkan kekuasaannya.

Dalam hal ini, dukungan Amerika atas agresi militer Saudi ke Yaman adalah masalah krusial bagi Saudi, pasalnya secara praktis langkah-langkah Riyadh di Yaman dan dukungannya atas teroris di Suriah dan Irak, gagal. Satu-satunya jalan yang tersisa bagi Saudi adalah meminta bantuan Amerika tanpa syarat apapun.

Akan tetapi kita juga dapat mengamati statemen James Mattis dari sisi lain. Mattis mengatakan, Amerika dan sekutu-sekutunya sedang berupaya mensekak mati Iran. Pernyataan ini bisa dianggap sebagai sebuah cara untuk mengukur reaksi Iran dalam menyikapi perang verbal Amerika, sekalipun pemerintah Amerika mengetahui sikap Iran tekait masalah ini dan dalam praktiknya sampai pada kesimpulan pasti bahwa kebijakan Iran adalah melawan semua kekuatan dan tidak takut ancaman serta membentuk koalisi regional.

Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar di salah satu bagian pidatonya kemarin, Rabu (19/4) dalam pertemuan dengan jajaran komandan militer, bertepatan dengan Hari Angkatan Bersenjata Iran, menilai salah satu keunggulan pemerintah Republik Islam Iran adalah keberanian dan perlawanan rakyat terhadap ancaman adidaya dunia.

Rahbar menuturkan, salah satu metode yang digunakan oleh kubu adidaya dunia untuk menakut-nakuti rakyat dan pemerintah Iran serta memaksa mereka memenuhi kepentingan-kepentingan haramnya, adalah mengancam dan membesar-besarkan masalah.

Ia menjelaskan, jika Republik Islam Iran dan rakyat negara ini memang takut kepada adidaya dunia, dan mundur dari hadapan mereka, maka sekarang seharusnya sudah tidak ada lagi sisa-sisa dan jejak Iran dan rakyat Iran.

Rahbar menegaskan, musuh, baik itu Amerika maupun yang lebih besar dari Amerika, tidak akan bisa mengalahkan sebuah pemerintahan yang bersambung dengan rakyatnya dan rakyat mencintainya dan begitu sebaliknya mereka mencintai rakyatnya, serta berani melawan musuh. (HS)