Protes Bareng Cina dan Korsel terhadap Jepang
-
Jepang-Cina
Departemen Luar Negeri Cina dan Korea Selatan seraya merilis statemen terpisah memprotes kunjungan anggota parlemen Jepang ke kuil kontroversial Yasukuni. Di statemen tersebut pejabat Tokyo diminta mengesampingkan program dan semangat militerismenya serta membantu peningkatan kepercayaan di kawasan.
Bersamaan dengan kunjungan hari Jumat (21/4) anggota parlemen dan seorang menteri di kabinet Jepang ke Kuil Yasukuni, Perdana Menteri Shinzo Abe melalui pesannya memuji tentara negara ini yang tewas di perang, khususnya di perang Dunia Kedua.
Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi Sanae Takaichi berkunjung pada hari Jumat, mengatakan kepada wartawan bahwa dia datang "sebagai orang Jepang, untuk menawarkan rasa terima kasih saya kepada orang-orang yang telah meninggal karena kebijakan negara."
Ini bukan pertama kalinya elit politik dan anggota parlemen Jepang mengunjungi kuil tentara yang tak dikenal. Namun kunjungan terbaru anggota parlemen Jepang dan seorang menteri ke kuil kontroversial ini dinilai sangat mengkhawatirkan bagi Cina dan Jepang mengingat transformasi terbaru kawasan.
Korea Selatan dan Jepang merupakan sekutu Amerika Serikat di kawasan. Namun demikian terkait masa depan kawasan, pemerintah Seoul sangat mencurigai program militer Jepang dan menilainya sebagai ancaman serius bagi kawasan. Hal ini sangat penting bagi Cina dan Korea Selatan mengingat spirit ekspansi Jepang selama beberapa dekade lalu yang berujung pada agresi besar-besaran militer imperium Jepang ke negara-negara tetangga.
Menurut pandangan negara-negara ini, atmosfer yang diciptakan oleh Amerika bagi militerisme Jepang dan upaya Tokyo berpartisipasi di misi luar negeri menunjukkan kebangkitan kembali semangat militerisme dan ekspansi Jepang. Selain itu, menurut pemerintah Seoul, Jepang dipilih Amerika sebagai polisi kawasan dan hal ini di masa mendatang dapat mempengaruhi kondisi kawasan, juga keamanan Semenanjung Korea.
Meski para pemimpin Jepang mengungkapkan keprihatinannya atas ulah tentara imperium negara ini di masa lalu termasuk perbudakan seks perempuan dan gadis Cina serta Korea Selatan dan penekanan mereka bahwa hal ini tidak akan terulang, namun menurut pandangan Beijing dan Seoul, kunjungan anggota parlemen dan pejabat pemerintah Jepang ke Kuil Yasukuni dinilai sebagai upaya untuk mempertahankan semangat militerisme dan ekspansi di masyarakat negara ini.
Cina yakin memiliki kekuatan militer yang cukup untuk menghadapi potensi serangan Jepang, namun isu kuil Yasukuni di Jepang berubah menjadi isu yang berkaitan dengan gengsi di kawasan. Karena kuil ini bagi Jepang merupakan simbol keberanian tentara mereka di masa lalu, namun menurut pandangan Cina serta Korsel, kuil ini simbol ekspansi dan imperialisme Jepang. Isu ini kini berubah menjadi masalah yang menyakitkan di kawasan.
Artinya opini publik di Cina dan Korea Selatan mengharapkan pemerintah negara ini melawan pamer kekuatan oleh pejabat Jepang dan mengungkatkan penentangan mereka. Isu ini berubah menjadi isu penting dan memicu friksi di hubungan Tokyo dan Beijing serta Seoul.
Mungkin hal ini mendorong Koran Japan today memberi peringatan bahwa aksi anggota parlemen negara ini mengunjungi Kuil Yasukuni dapat memicu gelombang protes negara-negara Asia timur terhadap Tokyo. Dalam hal ini, Deplu Korea Sealtan menekankan bahwa setiap tindakan yang merusak kepercayaan negara Asia dan masyarakat internasional bersumber dari Jepang. (MF)