Tangkal Teroris, Eropa Diminta Bentuk Jaringan Data Bersama
Kepala Kepolisian Federal Jerman (BKA) Holger Muench mengatakan, Eropa harus menyiapkan jaringan data transnasional untuk melacak secara lebih baik teroris yang mungkin telah kembali dari Irak dan Suriah.
Seperti dilansir Reuters, Holger Muench pada hari Sabtu (12/3/2016) menuturkan bahwa arsitektur keamanan teknologi informasi Eropa tidak cukup dan hanya sekitar setengah dari 28 anggota Uni Eropa yang memiliki sistem penyesuaian sidik jari otomatis atau data DNA.
"Kita perlu menjadi lebih cepat dan lebih baik di sini. Negara-negara Uni Eropa harus bekerja bersama-sama melalui jaringan data transnasional kolektif," tegasnya.
Muench mengatakan ia juga khawatir bahwa jaringan teroris sedang dibentuk oleh teroris yang telah kembali ke berbagai negara Eropa.
Dalam beberapa tahun terakhir, teroris Daesh memperoleh dukungan finansial dan militer dari Amerika Serikat dan sekutu-sukutunya di Barat dan Arab. Kelompok teroris telah melakukan kejahatan besar di negara-negara kawasan, khususnya Irak dan Suriah. (RM)