Friksi Antar Anggota; Akhir Sidang NATO
https://parstoday.ir/id/news/world-i38328-friksi_antar_anggota_akhir_sidang_nato
Konferensi Tingkat Tinggi Pemimpin anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) digelar dengan pengamanan ketat mengingat serangan teror terbaru di kota Manchester, Inggris. Para peserta KTT NATO membahas mekanisme perang kontra-terorisme dan pelaksanaan berbagai program dalam kasus ini.
(last modified 2026-04-28T13:34:36+00:00 )
May 27, 2017 10:38 Asia/Jakarta
  • Donald Trump
    Donald Trump

Konferensi Tingkat Tinggi Pemimpin anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) digelar dengan pengamanan ketat mengingat serangan teror terbaru di kota Manchester, Inggris. Para peserta KTT NATO membahas mekanisme perang kontra-terorisme dan pelaksanaan berbagai program dalam kasus ini.

Di KTT tersebut, Presiden Amerika Serikat, Donal Trump untuk pertama kalinya hadir. Selain menggelar lobi dengan pemimpin berbagai negara, Trump datang untuk membentuk koalisi melawan Daesh dan menekan anggota NATO lainnya agar membayar iuran.

Isu terorisme dan peran potensial NATO di perang melawan terorisme internasional termasuk agenda utama pertemuan tersebut. Terorisme dan mekanisme pemberantasannya kini menjadi isu dan kekhawatiran utama seluruh negara. Dalam hal ini, berlanjutnya serangant eroris di berbagai negara Eropa termasuk serangan teror pekan lalu di kota Manchester, Inggris semakin membuat isu ini kian sensitif. Oleh karena itu, Trump tengah berusaha meraih kesepakatan anggota NATO untuk membentuk koalisi anti teroris pimpinan Amerika Serikat untuk melawan Daesh.

Meski insiden serangan teror di Inggris disebut-sebut sebagai alasan pengguliran isu ini dan upaya meraih kesepakatan negara anggota NATO untuk membentuk koalisi anti terorisme. Anggota NATO menyatakan siap bergabung dengan koalisi anti Daesh pimpinan Amerika, namun tidak akan terlibat dalam konfrontasi langsung.

Sepertinya keputusan anggota NATO ini membuat upaya presiden Amerika untuk miliki sekutu yang siap mengiringi Amerika di perang tak terbatas dengan kelompok teroris, khususnya Daesh mengalami kekalahan. Sejatinya keputusan untuk berpartisipasi di koalisi pimpinan Amerika, namun menolak terlibat dalam operasi langsung oleh Eropa cenderung menunjukkan sebuah kesatuan politik ketimbang sebuah kesepakatan bagi program praktis.

Bujet NATO termasuk agenda lain dari dialog di KTT ini. Isu bujet NATO dengan dihadiri Trump menemukan dimensi lain. Trump sejak awal berkuasa menekankan bahwa anggota NATO lainnya harus memberi iuran lebih besar bagi pengeluaran organisasi ini. Trump memperingatkan, komitmen Washington menjaga keamanan negara anggota NATO akan tergantung dengan alokasi dana negara-negara tersebut.

Trump di pertemuan ini kembali menuding negara anggota NATO lainnya tidak cukup mengalokasikan dana bagi pertahanan dan ia memperingatkan serangan lebih besar milisi bersenjata jika hal ini tidak dihentikan. Menurut Trump 23 negara dari 28 anggota NATO sampai saat ini belum membayar saham mereka yang seharusnya disetorkan kepada organisasi ini.

Terlepas dari statemen Trump, kini masih banyak tantangan terkait bagiamana negara-negara anggota NATO mengalokasikan dua persen dari produk nasional brutonya untuk sektor pertahanan dan 20 persen untuk peralatan yang penting serta bagaimana pengalokasian bujet lebih besar di bidang kapasitas regional penting yang dibutuhkan.

Meski pengulangan klaim Trump membuat berbagai negara Eropa menghadapi tensi serius dan kekhawatiran keamanan yang tinggi, namun kondisi ekonomi yang sulit dan anjloknya laju ekonomi serta peningkatan bujet pertahanan dan keamanan di negara tersebut menjadi kendala besar bagi negara Eropa untuk menerima tuntutan Trump serta membayar iuran keanggotaan.

Pertukaran data intelijen antara negara Eropa dan sekutunya untuk melindungi mereka serta perbatasan, merupakan agenda lain yang dikaji di KTT NATO kali ini. Dalam hal ini, kebocoran informasi terkait insiden Manchester di Inggris oleh media Amerika telah merusak kepercayaan kedua pihak.

Di kondisi seperti ini, dapat dikatakan bahwa partisipasi Trump di KTT NATO bukan saja gagal, bahkan ia juga mengalami kegagalan dalam upaya mengajak negara Eropa mengiringi kebijakannya serta Amerika kali ini juga tidak berhasil meraih peran sebagai pemimpin. (MF)