Seriuskah Turki Dukung Qatar?
https://parstoday.ir/id/news/world-i39044-seriuskah_turki_dukung_qatar
Friksi antara Qatar dan Arab Saudi memunculkan dukungan dari pihak masing-masing, termasuk dari Turki yang di permukaan seolah tampil membela Qatar.
(last modified 2026-04-24T16:42:03+00:00 )
Jun 07, 2017 10:38 Asia/Jakarta

Friksi antara Qatar dan Arab Saudi memunculkan dukungan dari pihak masing-masing, termasuk dari Turki yang di permukaan seolah tampil membela Qatar.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menyatakan dukungan Ankara terhadap Doha dalam friksi yang terjadi antara Qatar dan negara-negara Arab di kawasan Teluk Persia. Erdogan mengatakan, Turki siap meningkatkan hubungan dengan Qatar, dan memenuhi kebutuhan negara Arab ini yang dijatuhi sanksi oleh Arab Saudi dan sekutunya.

Sepintas, statemen terbaru presiden Turki menunjukkan sikap pemihakan Ankara terhadap Doha menghadapi rezim Al Saud yang didukung sejumlah negara Arab lainnya. Sebelumnya, Qatar dan Turki menyatakan sikapnya mendukung Ikhwanul Muslimin Mesir dan gerakan Hamas di Palestina. Sikap resmi Doha dan Ankara tersebut berbeda dengan sejumlah negara Arab lainnya, terutama rezim Al Saud.

Meskipun demikian, Qatar dan Turki juga memiliki tujuan bersama dengan Arab Saudi dalam masalah Suriah dan sejumlah isu regional lainnya. Dengan demikian, jika friksi antara Qatar dan Arab Saudi terus berlanjut, kecil kemungkinan Turki akan mengulang sepak terjang sebelumnya.

Presiden Turki dalam statemennya di Ankara memilih jalan baru yang berbeda dari sebelumnya. Misalnya, Erdogan di salah satu pidatonya tanpa sedikitpun mengkritik sikap Riyadh, menyerukan supaya negara-negara Arab anggota Dewan Kerja Sama Teluk Persia menyelesaikan friksi melalui dialog. Dengan demikian, statemen Erdogan tersebut menunjukkan sikap pragmatis Ankara dalam menyikapi friksi antara Qatar dan Arab Saudi. Tampaknya, Turki tidak benar-benar serius berpihak terhadap Qatar sepenuhnya, dan mengambil sikap berseberangan dengan Riyadh. Tapi, ada kepentingan besar berada di balik itu. Tampaknya, bagi Erdogan saat ini, bagaimana bisa memanfaatkan friksi ini untuk mengeruk keuntungan, terutama di bidang ekonomi dari sanksi yang dijatuhkan Riyadh terhadap Doha.

Tensi ketegangan antara Qatar dengan negara-negara Arab tetangganya telah dimulai sejak sebulan lalu, dan mencapai puncaknya belakangan ini. Kantor berita pemerintah Qatar melaporkan, Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad menyampaikan sikap negaranya mengenai Iran. Pernyataan tersebut memicu reaksi dari Arab Saudi yang diikuti sekutunya yaitu: Uni Emirat Arab, Bahrain, Mesir, pemerintah Libya Timur, Maladewa dan kubu Abd Rabuh Mansur Hadi di Yaman dan Mauritania yang memutuskan hubungan politik dengan Qatar.

Meskipun negara-negara anggota Teluk Persia yang dipimpin Arab Saudi hingga kini  terus-menerus memusuhi Republik Islam Iran, tapi Tehran tetap mengulurkan tangan untuk menjalin persahabatan jika mereka mengubah sikapnya selama ini. Dalam masalah friksi antara Qatar dan Arab Saudi, Iran juga menyatakan kesiapannya untuk membantu Doha yang berada dalam tekanan sanksi ekonomi dari Riyadh dan sekutunya. Sejatinya, sikap Tehran ini menunjukkan kebijakan luar negeri Iran yang mengedepankan persahabatan dan kerja sama dengan negara lain, terutama  tetangganya sendiri.