Nasib THAAD di Tangan Pemerintah Baru Korsel
https://parstoday.ir/id/news/world-i39068-nasib_thaad_di_tangan_pemerintah_baru_korsel
Ketika Amerika Serikat dan pemerintah Korea Selatan sebelumnya telah menyetujui pengoperasian segera system rudal THAAD, pemerintah baru Seoul justru berusaha mencegah pelaksanaannya setelah melakukan analisa baru.
(last modified 2026-04-24T16:42:03+00:00 )
Jun 07, 2017 14:07 Asia/Jakarta

Ketika Amerika Serikat dan pemerintah Korea Selatan sebelumnya telah menyetujui pengoperasian segera system rudal THAAD, pemerintah baru Seoul justru berusaha mencegah pelaksanaannya setelah melakukan analisa baru.

Menyusul berlanjutnya protes masyarakat Negara ini dan juga penentangan keras dari Cina dan Rusia, Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, menyatakan tidak ingin berhadapan dengan penentangan di dalam negeri maupun eskalasi gejolak dengan Beijing dan Moskow. Oleh karena itu, Presiden Korsel menginstruksikan penghentian pengoperasian sistem rudal THAAD hingga analisa akhir.

Presiden Korea Selatan dalam kampanyenya berjanji akan bersikap logis dengan sistem rudal THAAD dan memulihkan hubungan Korea Selatan dengan Cina.

Washington yang menyadari eskalasi penentangan warga Korea Selatan terhadap penempatan sistem rudal THAAD, mempercepat penempatan sistem tersebut, meski telah ada program dan kesepakatan sebelumnya dengan pemerintah Seoul.

Bukan hanya masyarakat Korea Selatan bahkan Cina dan Rusia juga menentang penempatan sistem rudal THAAD di Korea Selatan. Warga Korsel sendiri berpendapat bahwa negara mereka jangan sampai menjadi pelaksana program-program militer Amerika Serikat. Beijing dan Moskow juga berpendapat bahwa tujuan utama sistem rudal THAAD adalah target-target di Cina dan Rusia, serta merupakan ancaman serius bagi keamanan nasional kedua negara tersebut.

Dalam kondisi ini, tampaknya alasan yang dapat digunakan oleh pemerintah Korea Selatan untuk mencegah pengoperasian sistem rudal THAAD adalah dampak destruktifnya bagi lingkungan hidup. Oleh karena itu, sejumlah pengacara Korea Selatan telah memulai upaya mereka mencegah pengoperasian sistem rudal tersebut dengan alasan dampak dari sistem tersebut bagi lingkungan hidup yang bertentangan dengan undang-undang dasar negara.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan menyatakan, analisa dampak lingkungan hidup dari sistem THAAD akam segera dimulai. Meski pembatalan kesepakatan penempatan sistem rudal itu di Korea Selatan, sangat sulit dan nyaris mustahil. Akan tetapi jika dampak lingkungan hidup dari sistem rudal itu terbukti, maka kemungkinan pemerintah Seoul akan dapat menggunakan alasan tersebut untuk mencegah operasionalisasi THAAD dengan dalih tidak sesuai UUD negara ini.(MZ)