Polisi India Disiagakan Hadapi Teror
https://parstoday.ir/id/news/world-i39944-polisi_india_disiagakan_hadapi_teror
Menyusul peringatan dinas intelijen India terkait masuknya anasir teroris ke New Delhi, polisi dan aparat keamanan negara ini disiagakan secara penuh.
(last modified 2026-05-06T17:35:17+00:00 )
Jun 23, 2017 11:44 Asia/Jakarta

Menyusul peringatan dinas intelijen India terkait masuknya anasir teroris ke New Delhi, polisi dan aparat keamanan negara ini disiagakan secara penuh.

Menurut komandan senior polisi New Delhi, teroris berencana melancarkan aksinya sebelum hari raya Idul Fitri. Oleh karena itu, pengamanan di tempat-tempat umum di negara ini ditingkatkan. Meski dinas intelijen India tidak menentukan secara pasti kelompok teroris tersebut, namun baru-baru ini dinas rahasia India memperingatkan pengaruh anasir yang berafiliasi dengan kelompok teroris Daesh di negara ini.

Kelompok teroris ini memilih tiga daerah sebagai tempat khilafah mereka, di mana Khorasan termasuk bagian darinya. Dinas intelijen India meski baru-baru ini mengkonfirmasikan penangkapan sejumlah orang yang dinilai berafiliasi dengan Daesh, namun kelompok ini tidak memiliki peluang untuk beraktifitas di India. Hal ini karena umat Muslim negara ini bukan saja menentang segala bentuk kekerasan, bahkan pemerintah dan dinas intelijen India saling bekerjasama menangkap setiap radikalisme dan pengaruh Wahabi. Pengusiran Zakir Naik, mubalig Wahabi asal India dapat dicermati dalam koridor ini.

Maulana Kalbe Jawad, sekjen Majelis Ulama India seraya memperingatkan pemerintah India menyatakan, “Zakir Naik adalah salah satu pemimpin terbesar Salafi di dunia dan di pidatonya mendukung kelompok teroris Daesh.”

Oleh karena itu, pengamat politik menilai peringatakan dinas intelijen India terkait masuknya anasir teroris ke negara ini dapat dicermati dari beberapa sisi. Pertama, mencitrakan Pakistan masih berusaha mengirim anasir teroris ke India, karena salah satu friksi antara New Delhi dan Islamabad adalah India menuding Pakistan mengirim anasir teroris ke negaranya dan tudingan ini senantiasa ditolak oleh Islamabad.

Dalih kedua peringatan dinas intelijen India terkait pengaruh teroris adalah menerapkan represi lebih besar terhadap umat Muslim negara ini yang juga ditekankan oleh sejumlah kubu radikal dan dinas keamanan serta rahasia India. Di sisi lain, para pemimpin Muslim India senantiasa memperingatkan pemerintah New Delhi terkait penangkapan pemuda Muslim.

Arshad Madani, ketua perkumpulan ulama India terkait hal ini seraya memperingatkan pemerintah New Delhi mengatakan, upaya mencitrakan buruk Muslim India oleh kelompok sayap kanan radikal Hindu terus berjalan, padahal Muslim India berjuang melawan penjajah Inggris demi kemerdekaan negara ini dan sampai kini mereka tetap membela India dari setia ancaman.

Dalih ketiga munculnya peringatan keamanan oleh dinas intelijen India adalah mencitrakan bahwa ancaman keamanan masih tetap berlanjut baik di tingkat regional maupun internasional sehingga mampu mempersiapkan kondisi dan atmosfir yang diperlukan untuk menekan rivalnya, Pakistan.

Meski setiap peringatan terkait aksi teror di India ditujukan kepada umat Muslim, namun begitu tudingan tersebut tidak pernah terbukti. Bahkan di India banyak etnis seperti Nangloi Jat, Naxal dan Sikh serta keberadaan separatis Assam yang senantiasa melancarkan kekerasan di berbagai wilayah India namun tidak pernah dikategorikan sebagai aksi teror dan tidak ada berita yang dirilis. Padahal mereka adalah oposisi yang berbahaya di India yang mengancam keamanan nasional. (MF)