Perluasan Kerjasama dengan Negara-Negara Islam Strategi Baru Korea Selatan
Menteri Luar Negeri Korea Selatan yang baru menegaskan perluasan hubungan dengan negara-negara Islam lebih dari sebelumnya.
Kang Kyung-wha, Menteri Luar Negeri Korea Selatan dalam pertemuan dengan duta-duta besar negara-negara Islam di Seoul, ibukota Korea Selatan menekankan bahwa pemerintah negaranya menganggap sangat penting perluasan hubungan dengan negara-negara Islam dan sudah disusun pelbagai program dalam masalah ini. Ia juga menjamin tidak akan ada masalah yang dapat mencegah perluasan hubungan Korea Selatan dengan negara-negara Islam.
Ucapan Kang Kyung-wha ini menunjukkan pendekatan diplomasi negara ini ke arah Timur dan perluasan kerjasama dengan negara-negara Islam. Sebenarnya Korea Selatan punya hubungan yang lama dengan negara-negara Islam, sehingga Menlu Korsel dalam ucapannya mengakui bahwa negara-negara Islam punya peran penting dan menentukan dalam pertumbuhan ekonomi negara ini, khususnya dalam empat dekade belakangan. Negara-negara Islam, menurutnya, seperti motor penggerak ekonomi Korea Selatan.
Sekalipun demikian, pendekatan Seoul memperluas kerjasama dengan negara-negara Islam tetap saja menjadi masalah penting dan patut dicermati yang menarik perhatian para analis politik dunia. Terlebih lagi dengan ekonomi Korsel yang fokus pada ekspor. Pernyataan ini menjadi langkah jauh ke depan untuk meningkatkan kehadiran ekonomi dan perdagangannya di pasar negara-negara Islam.
Dunia Islam dengan jumlah populasi 1,5 miliar jiwa merupakan pasar yang menarik bagi industri dan produk-produk dari negara-negara baru ekonomi seperti Korea Selatan. Sebaliknya, Korsel adalah pengimpor energi dalam jumlah besar dari negara-negara Islam. Tapi dengan mencermati meningkatnya persaingan di pasar dunia, Korsel tengah berupaya menambah sahamnya di pasar perdagangan negara-negara Islam.
Masalah ini menjadi penting bagi Seoul dengan melihat perselisihan Korea Selatan dengan partner dagang terpentingnya, yakni Cina. Penempatan sistem rudal Amerika, THAAD di Korea Selatan telah membangkitkan kemarahan Cina dan Beijing langsung menerapkan sanksi perdagangan dan pariwisata terhadap Korsel yang menyebabkan Seoul mengalami kerugian besar.
Oleh karenanya, Menteri Luar Negeri Korea Selatan yang ditengarai memiliki kemampuan diplomasi bagus ini tengah mengubah pendekatan kebijakan luar negeri negara ini ke negara-negara Islam demi mengurangi kerentanan ekonomi negaranya. Kemampuan teknologi Korea Selatan di pelbagai bidang dan kemampuan negara ini untuk berpartisipasi dalam banyak proyek investasi oleh Seoul dapat memperkuat kehadiran Korea Selatan di negara-negara Islam.
Wajah Korsel yang positif di kalangan negara-negara Islam menjadi poin kekuatan negara ini untuk memperluas hubungannya. Sekalipun demikian, sikap positif Seoul dalam mendukung sikap negara-negara Islam dalam menghadapi terorisme dan mengecam kejahatan rezim Zionis di Palestina pendudukan dari sisi politik akan menjadi sarana bagi perluasan kerjasama bilateral dan multilateral, khususnya di bidang pengalihan teknologi dengan negara-negara Islam.