Protes Anti-THAAD Rakyat Korea Selatan
https://parstoday.ir/id/news/world-i42038-protes_anti_thaad_rakyat_korea_selatan
Rakyat Korea Selatan kembali dilaporkan menggelar demo menentang penempatan sistem anti rudal THAAD Amerika Serikat di negara mereka.
(last modified 2026-04-24T16:42:03+00:00 )
Aug 01, 2017 13:38 Asia/Jakarta

Rakyat Korea Selatan kembali dilaporkan menggelar demo menentang penempatan sistem anti rudal THAAD Amerika Serikat di negara mereka.

Para demonstran seraya membawa spanduk bertulisan yel-yel menentang sistem rudal THAAD menggelar unjuk rasa di Seoul, ibukota Korea Selatan. Mereka meminta pemerintah mencabut sistem anti rudal ini dari negara mereka.

Babak baru protes warga Korea Selatan menentang penempatan sistem rudal THAAD dimulai ketika Presiden Moon Jae-in menginstruksikan penempatan lebih banyak sistem rudal Amerika ini di Korea Selatan. Hal ini bukan saja memicu protes lebih keras rakyat Korsel, bahkan Cina juga melayangkan protes. Deplu Cina seraya memperingatkan dampak berlanjutnya penempatan sistem rudal THAAD di Korsel, meminta Soeul dan Washington mencabut sistem ini.

Sementara itu, opini publik Korea Selatan menentang penempatan sistem rudal THAAD dari sejumlah sisi. Pertama, penempatan sistem in idinilai merusak lingkungan hidup dan keselamatan rakyat. Kedua, berdasarkan undang-undang dasar Korsel, penempatan sistem rudal tersebut bukan saja merusak hubungan Seoul dengan Beijing, bahkan ekonomi dan sektor pariwisata negara ini rusak akibat sanksi yang diberlakukan oleh Cina. Ketiga, alasan penentangan rakyat Korsel atas penempatan sistem rudal THAAD adalah negara mereka akan menjadi target militer ketika krisis atau perang di kawasan meletus.

Kim Jin-hyung, pengacara Korsel anggota Mibyun mengatakan, "Penempatan sistem rudal THAAD ancaman serius bagi keamanan Korea Selatan. Selain reaksi keras Cina dan Rusia yang berpotensi pada peningkatan tensi dan konfrontasi militer di Asia Timur, juga tidak membantu penerapan keamanan di Semenanjung Korea."

Pemerintah Cina meyakini bahwa Amerika melalui provokasinya terhadap Korea Utara dan pengobaran instabilitas di kawasan, ingin memperkokoh posisi militernya termasuk di Korea Selatan. Selain itu, menurut pandangan Beijing, penempatan sistem rudal THAAD meski dengan dalih menghadapi serangan potensial rudal Korea Utara, namun tujuan sejatinya adalah Cina dan memblokade negara ini.

Zhang Baohui, pengamat nuklir Cina mengatakan, "Kemampuan penuh sistem rudal THAAD sangat rahasia, maka hasilnya adalah sebuah kevakuman data intelijen Cina. Hal ini karena kemampuan radar THAAD bisa jadi sangat canggih yang memungkinkan Amerika mendeteksi setiap uji coba dan program rudal Cina serta memicu kekhawatiran lebih besar Beijing."

Bagaimana pun juga, protes publik anti sistem rudal THAAD di Korea Selatan digelar ketika presiden baru negara ini di kampanye pemilu berjanji kepada rakyat negara ini mengedepankan kebijakan interaksi dengan dengan Korea Utara dan menyelesaikan friksi dengan Cina. Sementara itu, perubahan sikap Moon Jae-in akan menggoyah posisi presiden baru ini di mata masyarakat Korea Selatan. (MF)